
batampos – BP Batam terus memperkuat langkah mitigasi dalam menjaga kualitas air baku di Daerah Tangkapan Air (DTA). Salah satu upaya terbaru yakni penutupan akses masuk ke kawasan Telaga Bidadari, Tiban, yang selama ini kerap dijadikan lokasi aktivitas warga.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan keberlangsungan waduk sebagai sumber utama air baku di Batam harus dilindungi dari berbagai potensi pencemaran. Saat ini, masih banyak aktivitas perkebunan, peternakan, hingga perikanan tanpa izin di sekitar DTA yang berisiko mengotori sumber air.
“Daerah tangkapan air juga harus dijaga. Karena itu kita lakukan penertiban bersama tim terpadu. Lahan di wilayah DTA harus clean and clear agar kelangsungan waduk sebagai sumber air baku dapat terjaga,” kata dia, Minggu (24/8).
Baca Juga: 22 Usaha Terdaftar, UMKM Dominasi Pendaftaran HKI di Batam
Selain penutupan akses, BP Batam juga menjalankan serangkaian langkah mitigasi. Di antaranya, monitoring rutin terhadap pemilik lahan yang berdekatan dengan DTA. Upaya ini dilakukan bersama Direktorat Lahan di otorita untuk memastikan tak ada pelanggaran yang membahayakan kualitas air.
Langkah lain adalah program reboisasi guna menjaga keseimbangan ekosistem. Penanaman pohon dilakukan secara berkala, sekaligus sebagai upaya mitigasi erosi di kawasan tangkapan air.
“Reboisasi menjadi salah satu fokus. Kami rutin menanam pohon di sekitar DTA agar daya serap tanah tetap terjaga dan risiko erosi bisa ditekan,” ujar Tuty.
Tak hanya itu, BP Batam juga mengidentifikasi berbagai sumber pencemaran. Termasuk di Telaga Bidadari yang selama ini kerap tercemar sampah. Penutupan kawasan tersebut memungkinkan dapat memulihkan kualitas lingkungan sekitar.
Baca Juga: Pemko Batam-DPD RI Perkuat Kolaborasi, Aspirasi Siap Didorong ke Pusat
“Banyak sekali sampah yang dibuang masyarakat ke Telaga Bidadari. Ini berbahaya bagi pasokan air bersih kita. Maka dari itu, kami lakukan pengawasan ketat,” ujarnya.
Ia menambahkan, BP Batam akan terus menggandeng aparat, lembaga terkait lainnya, dan masyarakat untuk memastikan DTA Batam tetap terlindungi. Pasokan air bersih bagi warga, kata Tuty, sangat bergantung pada keberhasilan menjaga kawasan tangkapan air dari pencemaran dan alih fungsi lahan. (*)
Reporter: Arjuna



