
batampos – Upaya menjaga pasokan air bersih di Pulau Batam kini memasuki babak baru. BP Batam resmi menjalin kerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Sei Jang Duriangkang untuk merehabilitasi kawasan hutan lindung seluas 10 hektare di sekitar Waduk Duriangkang, waduk terbesar di kota ini.
Penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dilakukan pada 11 Juli kemarin, di Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) Batam Centre oleh Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu BP Batam, Hadjad Widagdo dan Kepala BPDAS Sei Jang Duriangkang, Haris Sofyan Hendriyanto.
Inisiatif ini digagas oleh Badan Usaha SPAM, Fasilitas, dan Lingkungan BP Batam sebagai langkah untuk menjaga Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Duriangkang. Waduk ini memiliki volume air mencapai 101,2 juta meter kubik dan menjadi sumber utama air baku dengan kapasitas 3.000 liter per detik.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut rehabilitasi hutan sebagai salah satu cara paling strategis untuk menjaga kualitas air baku, yang pada akhirnya berdampak langsung pada pelayanan air bersih bagi masyarakat Batam.
Baca Juga: Bukit Vista Jadi Contoh Kasus, BP Batam Perketat Pengawasan Cut and Fill
“BP Batam terus mengajak seluruh pihak bersinergi menjaga kualitas air baku agar pelayanan air bersih kepada masyarakat Batam dapat terus meningkat baik dari sisi kualitas maupun kuantitas,” katanya.
Sementara itu, Hadjad Widagdo menyebut kondisi geografis Pulau Batam yang tidak memiliki sungai permanen membuat ketergantungan terhadap curah hujan dan hutan penyangga menjadi mutlak.
“Air hanya bersumber dari curah hujan yang turun di catchment area lalu ditampung di dalam waduk. Tanpa kualitas hutan yang baik, air baku kita bisa terganggu akibat erosi dan sedimentasi,” kata dia.
BP Batam terus menjaga DTA di delapan titik yang tersebar di Batam, Rempang, dan Galang. Menurutnya, kerja sama ini adalah bagian dari tanggung jawab ekologis di tengah laju pertumbuhan penduduk dan pembangunan kota.
Baca Juga: Orangtua Masih Berjuang, Pemerataan Siswa Baru SMA/SMK Negeri di Batam Terus Diupayakan
Kepala BPDAS Sei Jang Duriangkang, Haris Sofyan Hendriyanto, juga menyampaikan komitmen pihaknya untuk memperkuat kerja sama lintas sektor demi kelestarian hutan di Batam. Ia berharap sinergi dengan BP Batam dapat menjadi model kolaborasi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
“Kami terus berikhtiar meningkatkan kolaborasi dengan seluruh stakeholder agar menaruh perhatian terhadap kelestarian hutan, khususnya di Batam,” ujarnya.
Dengan itu, BP Batam berharap seluruh proses rehabilitasi 10 hektare hutan lindung ini dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti. Jika berhasil, program ini diproyeksikan bakal memperkuat daya tampung dan kualitas air Waduk Duriangkang dalam jangka panjang, sekaligus mendukung ketahanan air baku Batam yang semakin krusial di tengah tantangan perubahan iklim. (*)
Reporter: Arjuna



