Jumat, 16 Januari 2026

Reklame Kropos Ancam Keselamatan, Warga Batuaji–Sagulung Gelisah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Papan reklame besar ambruk karena tiangnya keropos dan berkarat di depan SPBU Merapi Subur, Sagulung. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kondisi papan reklame di wilayah Batuaji dan Sagulung semakin memprihatinkan. Seiring musim hujan yang kerap disertai angin kencang, sejumlah papan reklame tua dan kropos mulai tumbang dengan sendirinya. Hingga Jumat (12/9), belum ada tindakan penertiban dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam meski kondisi ini kian membahayakan pengguna jalan.

Salah satu insiden terbaru terjadi di depan SPBU Merapi Subur, Sagulung. Sebuah papan reklame besar ambruk karena tiangnya keropos dan berkarat. Untungnya, kejadian itu tidak memakan korban, meski sempat mengejutkan warga dan pengendara yang melintas di jalur padat tersebut.

“Kalau lagi hujan deras dan angin kencang, kami selalu was was. Tiang reklame di sekitar sini banyak yang miring dan berkarat. Ngeri kalau tiba-tiba tumbang pas ada kendaraan lewat,” ujar Irwan, warga Sagulung yang hampir setiap hari melintas di jalur tersebut.

Pantauan di lapangan, kondisi serupa terlihat di sejumlah titik lain seperti Jalan R. Suprapto Batuaji dan Simpang Barelang. Banyak tiang reklame yang tampak kropos, goyah, dan tidak lagi layak berdiri. Bahkan ada yang sudah lama kosong tanpa papan promosi, namun masih dibiarkan berdiri tanpa perawatan.

Warga menilai keterlambatan penertiban ini sangat berisiko. “Kalau reklame di Batamcenter dan Nagoya bisa cepat dibongkar, kenapa di Batuaji dan Sagulung masih dibiarkan? Jangan tunggu sampai ada yang jadi korban dulu,” tegas Ratna, pengguna jalan lainya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Imam Tohari, saat dikonfirmasi sebelumnya, mengatakan penertiban di Batuaji dan Sagulung sudah masuk dalam agenda. Namun, pelaksanaannya dilakukan bertahap. “Saat ini fokus di Batamcenter dan Nagoya, setelah itu baru akan dilakukan penertiban di Batuaji dan Sagulung,” ujarnya.

Sementara itu, Pemko Batam terus menegaskan bahwa penertiban reklame merupakan bagian dari penataan kota sekaligus untuk keselamatan masyarakat.

Namun, bagi masyarakat Batuaji dan Sagulung, ancaman keselamatan kini menjadi perhatian utama. Mereka berharap penertiban reklame tua dan kropos segera dilakukan sebelum terjadi insiden yang lebih buruk. “Jangan tunggu ada korban jiwa, baru bertindak. Harus segera ditertibkan,” tegas Hendro warga setempat. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update