Rabu, 14 Januari 2026

Rekonstruksi Segera Digelar, Polisi Percepat Berkas Pembunuhan Sadis di S Kostel Sagulung

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Seorang wanita berinisial Vla (30) ditemukan tewas dengan puluhan luka tusuk di salah satu kamar S Kostel di kawasan simpang Basecamp Sagulung, Senin (2/6). Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Penyidik Polsek Sagulung dalam waktu dekat akan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan sadis terhadap seorang wanita penghibur berinisial Vla (30) di sebuah kamar S Kostel, simpang Basecamp, Sagulung. Langkah ini dilakukan untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, mengatakan rekonstruksi penting untuk menguatkan keterangan pelaku dan saksi serta memperjelas kronologi peristiwa tragis yang terjadi pada Senin (2/6) dini hari lalu. “Rekonstruksi merupakan bagian dari proses penyidikan lanjutan. Berkas hampir rampung,” ujar Anwar.

Pembunuhan ini diduga dilakukan oleh M Iqbal, seorang pria lajang yang bekerja di galangan kapal. Pelaku diketahui menjalin kontak dengan korban melalui aplikasi Mi Chat dan sepakat untuk bertemu dengan tarif Rp 350 ribu untuk layanan short time. Namun, usai berhubungan badan, pelaku hanya memberikan Rp 50 ribu.

Pertikaian pun terjadi setelah korban terus menagih sisa pembayaran. Dalam kondisi emosi, pelaku yang telah membawa pisau dari rumah langsung menikam korban sebanyak 19 kali. Luka tikaman menyebar di bagian dada, perut, dan leher korban, sebagaimana terungkap dalam hasil visum.

“Pelaku sudah mengakui perbuatannya. Ia mengaku gelap mata karena tidak mampu memenuhi kesepakatan tarif dan malu dimarahi korban,” tambah Anwar. Polisi menegaskan bahwa pembunuhan ini murni karena konflik pribadi, tanpa motif perampokan atau pencurian.

Pelaku langsung diamankan petugas keamanan hotel sesaat setelah kejadian. Polisi yang datang ke lokasi dengan cepat membawa pelaku ke Mapolsek Sagulung guna menghindari aksi main hakim sendiri dari warga yang mulai berkumpul di sekitar lokasi kejadian.

Kapolsek Sagulung, Iptu Rohandi Tambunan, menyatakan bahwa pelaku akan dijerat pasal pembunuhan berencana. “Pisau sudah dibawa sejak dari rumah, itu memperkuat unsur perencanaan meskipun motif utamanya emosi sesaat,” ungkapnya.

Petugas resepsionis yang bertugas saat kejadian menyatakan bahwa pelaku tidak menunjukkan gelagat mencurigakan saat memesan kamar. “Semuanya terlihat normal. Tapi sekitar pukul 03.00 WIB kami dengar ribut-ribut, dan ketika diperiksa, korban sudah dalam kondisi berdarah-darah,” jelasnya.

Jenazah korban sempat dibawa ke rumah sakit namun tak tertolong. Keluarga korban yang datang dari luar daerah kini masih menunggu proses hukum yang tengah berjalan. Mereka berharap agar pelaku mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi termasuk staf kostel dan orang-orang yang sempat berada di sekitar lokasi. Dengan segera digelarnya rekonstruksi, diharapkan berkas perkara bisa lengkap dan proses hukum berjalan lebih cepat hingga ke persidangan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update