Senin, 26 Januari 2026

Rekonstruksi Ungkap Pembunuhan Honorer CKTR Batam Sudah Direncanakan Pelaku Sejak Pagi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Hafiz Rinanda, 29, pegawai honorer Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam, Senin (5/5).

batampos – Rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Hafiz Rinanda, 29, pegawai honorer Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam, mengungkap fakta bahwa pelaku, Faras Kausar, 26, sudah merencanakan aksi sadis tersebut sejak pagi hari sebelum kejadian. Proses rekonstruksi yang digelar Satuan Reserse Kriminal Polsek Sekupang dan dipimpin langsung Kapolresta Barelang, Senin (5/5) sore memperlihatkan 38 adegan yang dilakukan tersangka.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin menyampaikan, rekonstruksi digelar untuk memperjelas kronologi kejadian dan memastikan unsur perencanaan pembunuhan benar-benar terpenuhi.

“Rekonstruksi ini bertujuan untuk memperjelas peristiwa dugaan pembunuhan berencana tersebut, dengan mengundang kejaksaan agar satu persepsi dalam proses penegakan hukum,” ujarnya.

Dari rangkaian adegan yang diperagakan, diketahui pelaku mulai menyimpan dendam dan niat membunuh sejak pukul 08.40 WIB saat korban diduga mengejeknya dengan tepuk tangan saat pengarahan dari atasan berlangsung. Dalam kondisi marah, tersangka kemudian meninggalkan kantor sekitar pukul 09.00 WIB dan pulang ke kosannya di Jalan Kartini, Sekupang.

Sesampainya di kos, tersangka mengganti pakaian dan berbaring sambil memikirkan secara detail lokasi pembelian pisau, jenis pisau yang akan digunakan, hingga cara dan tempat melakukan pembunuhan. Sekitar pukul 10.30 WIB, ia membeli pisau di Top 100 Tiban, kemudian menyembunyikan senjata tajam itu di pinggang sebelah kiri sebelum kembali ke kantor.

Puncak kejadian terjadi pukul 11.13 WIB. Saat tiba di kantor CKTR, tersangka disapa korban yang sedang duduk santai di teras rumah jaga. Korban memanggil pelaku dan berkata, “Ras, mohon maaf lahir dan batin,” sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman. Tersangka menyambut uluran tangan itu, namun justru menarik pisau dari pinggang dan langsung menggorok leher korban sebanyak tiga kali dengan gerakan seperti menggergaji.

Saksi Habib yang berada di lokasi sempat mendorong pelaku ke arah besi pagar, tetapi korban sudah terkapar bersimbah darah. Ia sempat melangkah tiga langkah sambil memegangi leher, lalu jatuh tersungkur di lantai teras rumah jaga.

Korban sempat dilarikan ke RSBP Batam oleh tim medis, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara pelaku membuang pisau ke luar pagar dan duduk termenung hingga diamankan oleh petugas Polsek Sekupang yang datang ke lokasi.

“Tersangka kami jerat dengan pasal pembunuhan berencana. Dari hasil penyelidikan dan rekonstruksi, sudah sangat jelas bahwa ini bukan tindakan spontan, melainkan aksi yang direncanakan dengan matang,” tegas Kapolresta Barelang.

Rekonstruksi kasus pembunuhan sadis yang menewaskan Hafiz Rinanda, 29, seorang pegawai honorer Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam, berlangsung mencekam di tengah hujan dan sambaran petir, Senin (14/4) pagi. Proses rekonstruksi sempat dihentikan sementara saat memasuki adegan keempat karena kondisi cuaca ekstrem.

Rekonstruksi digelar di halaman dan area kantor Dinas CKTR Batam, serta menampilkan total 38 adegan. Adegan pertama dimulai saat tersangka Faras memasuki gerbang kantor menggunakan sepeda motor Vario, seperti rutinitas biasanya sebagai pegawai honorer. Ia kemudian memarkirkan kendaraannya dan menuju lantai dua rumah jaga tempat ia bekerja.

Namun, cuaca yang tidak bersahabat membuat rekonstruksi sempat dihentikan sementara. Petir yang terus menyambar dan hujan deras mulai mengguyur saat rekonstruksi memasuki adegan keempat, sehingga aparat kepolisian memutuskan untuk menunda sejenak demi keselamatan semua pihak.

Sementara itu suasana kantor Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam mendadak riuh, Senin (5/5) siang. Para pegawai, baik PNS maupun honorer, keluar dari ruang kerja mereka, berkumpul di halaman kantor untuk menyaksikan rekonstruksi kasus pembunuhan rekan kerja mereka yang terjadi pada pertengahan April lalu.

Rekonstruksi ini menarik perhatian seluruh pegawai. Mereka tampak antusias, sekaligus menyimpan ketegangan, mengenang kembali insiden berdarah yang merenggut nyawa Hafiz Rinanda, 29, yang diduga dibunuh oleh rekan sesama honorer, Faras Kausar, 26.

Polisi menghadirkan langsung pelaku, alat peraga, dan sejumlah barang bukti dalam rekonstruksi yang dipimpin Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal. Puluhan personel dari Polsek Sekupang dan tim Inafis Polresta Barelang dikerahkan untuk mengamankan jalannya proses tersebut.

“Saya masih tidak percaya kejadian seperti ini bisa terjadi di kantor. Seram juga,” ucap Rini salah seorang pegawai CKTR yang ikut menyaksikan.

Hingga menjelang sore, pegawai masih memadati lokasi. Beberapa warga dan keluarga korban juga terlihat hadir, membuat suasana kantor CKTR terasa haru sekaligus mencekam.

“Tak menyangka juga pelaku senekat itu, saya kenal kedua orang ini, ” tambah Yogi rekan lainnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update