
batampos – Proses relokasi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Pulau Rempang, Kecamatan Galang, masih terus dilakukan. Berbeda dengan rencana sebelumnya, saat ini sekolah dipilih berdasarkan lokasi terdekat dari tempat sementara warga yang direlokasi.
“Jadi posisi sekolah harus diusahakan paling dekat dengan tempat tinggal. Mana sekolah yang paling dekat itu yang akan dipilih,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Batam Tri Wahyu Rubianto, Minggu (24/9).
Dikatakan Tri, pihaknya juga akan memprioritaskan khsususnya yang pertama kali terdampak. Semisalnya dari Tanjung Banun, jika nantinya jumlah warga yang direlokasi dari daerah tersebut lebih banyak atau dominan, maka akan dilakukan evaluasi.
“Evaluasi ini penting untuk mendata ke mana saja lokasi anak didik kita ini,” tuturnya.
Baca Juga: BP Batam Pastikan 28 September 2023 Bukan Batas Akhir Pendaftaran
Sementara itu kata Tri, pemilihan sekolah juga tergantung masyarakat Rempang. Apabila mereka bersedia tinggal di daerah yang disiapkan pemerintah daerah maka sekolah yang berada di sana yang akan dipilih. Namun jika mereka memilih alternatif lain seperti yang diberikan BP Batam ataupun pilihan yang lain, maka menyesuaikan lokasi dan tempat tinggalnya itu.
“Kami menyesuaikan dengan kebijakan yang diambil,” sebut Tri.
Disinggung mengenai jumlah siswa asal Rempang yang direlokasi, Tri menjawab sesuai data yang masuk belum ada. Namun demikian sudah ada beberapa masyarakat yang sudah bersedia pindah ke lokasi yang telah disiapkan pemerintah.
“Belum dan kami masih menunggu,” pungkasnya.
Selain mengenai pendidikan, KPU Kota Batam juga masih melakukan koordinasi dengan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tiga kampung tua di Pulau Rempang yakni Kampung Sembulang Hulu, Sembulang Tanjung, dan Kampung Tua Pasir Panjang. Koordinasi ini dinilai sangat dibutuhkan KPU, khususnya ketika terjadi relokasi, sehingga KPU memiliki data warga yang direlokasi untuk selanjutnya dilakukan pindah memilih.
Baca Juga: Tiga Kampung Tua di Rempang Prioritas Direlokasi
“Tentu yang mengetahui petugas di bawah (PPS) nanti dilaporkan ke kami. Kita juga masih melakukan koordinasi dengan pemerintah,” ujar Ketua KPU Batam Mawardi.
Seperti yang disampaikan Kepala BP Batam Muhammad Rudi menyebutkan, dari 16 kampung tua di Pulau Rempang, hanya tiga kampung tua saja yang akan di relokasi saat ini. Ketiganya yakni, Kampung Sembulang Hulu, Sembulang Tanjung, dan Kampung Tua Pasir Panjang. Penegasan itu diungkapkan Rudi dalam beberapa kali kesempatan diwawancara media Batam.
“Makanya kita langsung koordinasikan dengan PPS setempat. Jadi jika sudah pasti dimana lokasi pindah, kita akan langsung lakukan layanan pindah memilih ini,” tuturnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



