Kamis, 22 Januari 2026

Rentetan Tragedi Kerja Guncang Batam: Dari Kematian Karyawan Caterpillar hingga Ledakan Maut Kapal Federal II

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Korban ledakan kapal tanker Federal II di PT ASL Shipyard saat dievakuasi.

batampos – Dunia industri di Kota Batam kembali berduka. Belum hilang dari ingatan peristiwa meninggalnya Reza Ramadhan, seorang karyawan PT Caterpillar Indonesia Batam, kini kota industri itu kembali diguncang oleh tragedi besar berupa ledakan kapal tanker Federal II di galangan PT ASL Shipyard Tanjunguncang, Rabu (15/10/2025) dini hari. Dua peristiwa ini menambah panjang daftar kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa di Batam dalam kurun waktu singkat.

Ledakan kapal Federal II menjadi kejadian paling mematikan di tahun ini. Sedikitnya 10 orang pekerja tewas dan 18 lainnya luka-luka akibat ledakan hebat yang diduga berasal dari ruang tangki bawah kapal. Saat kejadian, para korban tengah melakukan pengelasan dan pembersihan, ketika percikan api diduga memicu ledakan dari sisa gas yang masih tersisa di dalam tangki.

Ironisnya, kapal yang sama sebelumnya juga mengalami insiden serupa pada Juni 2025, menewaskan lima orang pekerja. Meski pihak perusahaan kala itu mengklaim telah memperketat pengawasan keselamatan kerja, namun tragedi kembali terjadi dengan jumlah korban jauh lebih besar.

Baca Juga: Seluruh Jenazah Korban Ledakan Kapal Federal II Dievakuasi ke RS Bhayangkara

Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin menegaskan, pihaknya akan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap manajemen galangan kapal. “Ini bukan kejadian pertama. Artinya ada yang tidak beres dalam pengawasan dan standar keselamatan. Kami akan dalami sepenuhnya, dan jika ada unsur kelalaian, pasti kami tindak,” tegasnya di Batam.

Menurut Kapolda, fokus penyelidikan tidak hanya pada penyebab teknis ledakan, tetapi juga menyasar tanggung jawab sistemik manajemen perusahaan dalam menjamin keselamatan pekerja di lingkungan berisiko tinggi seperti galangan kapal.

Di sisi lain, serikat pekerja menilai dua peristiwa besar ini menggambarkan lemahnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di kawasan industri Batam. Banyak pekerja di lapangan mengaku pelatihan keselamatan masih minim, alat pelindung sering tidak memadai, sementara beban target produksi terus meningkat.

Baca Juga: Polisi Akan Periksa Manajemen PT Caterpillar Terkait Keterlambatan Laporan Kematian Karyawan

Sebelumnya, kasus kematian karyawan PT Caterpillar Indonesia Batam, Reza Ramadhan, pada awal Oktober 2025 juga sempat menyita perhatian publik. Reza ditemukan tak bernyawa di area kerja dan sempat mendapatkan penanganan medis darurat oleh tim perusahaan serta RS Awal Bros. Hasil pemeriksaan medis menyebutkan korban meninggal akibat henti jantung (cardiac arrest), tanpa tanda-tanda kekerasan.

Meski pihak perusahaan telah membantu penuh pemulangan jenazah ke kampung halamannya di Tanjung Pandan, Bangka Belitung, peristiwa itu menambah sorotan terhadap tingkat keamanan dan keselamatan kerja di sektor industri Batam, yang dinilai belum maksimal.

Dua tragedi dalam waktu kurang dari dua minggu menunjukkan bahwa masih banyak perusahaan besar di Batam yang perlu berbenah serius dalam hal keselamatan kerja dan perlindungan karyawan.

Ledakan beruntun di kapal Federal II dan kematian Reza Ramadhan kini menjadi pengingat kelam bahwa di balik gemerlap industri Batam, masih ada nyawa pekerja yang melayang karena kelalaian dan lemahnya sistem keselamatan kerja yang seharusnya menjadi prioritas utama. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update