Jumat, 23 Januari 2026

Ribuan Jamaah Bersatu di Batam, Iman Sutiawan dan Wamenag Kirim Pesan Kebangsaan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wakil Menteri Agama, KH Romo R Muhammad Syafi’i.

batampos– Ribuan warga memadati Masjid Agung Sultan Raja Hamidah, Batam Center, Minggu (21/9) malam. Acara doa bersama yang digagas Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan, itu menjadi momentum spiritual sekaligus politik yang menyatukan lebih dari 5.000 jamaah dari beragam latar belakang.

Iman mengatakan, keberagaman justru menjadi kekuatan bagi Kepri. Wilayah kepulauan yang kerap dicitrakan sebagai daerah perbatasan ini bisa menjadi contoh nasional dalam hal stabilitas sosial dan politik.

“Keberagaman bukan pemecah, justru pemersatu. Kepri bisa jadi contoh nasional sebagai daerah dengan stabilitas sosial politik yang kuat,” katanya.

BACA JUGA: Doa dari Kepri untuk Indonesia, Iman Sutiawan Ajak Masyarakat Hadir

Ia juga menegaskan doa yang dipanjatkan bukan hanya untuk Kepri, melainkan untuk bangsa Indonesia secara keseluruhan. “Doa ini kami kirimkan untuk negeri. Semoga menjadi sinar yang menerangi Indonesia dari Kepri, dari perbatasan, untuk seluruh Nusantara,” tambahnya.

Acara doa bersama itu turut dihadiri Dalam sambutannya, dia mengutip kritik Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gusdur), yang menyinggung fungsi Kementerian Agama.

“Saya teringat kata-kata Gusdur, di situ (Kementerian Agama) banyak urusan, tapi agama tak pernah diurusi,” kata dia.

Pernyataan tersebut sontak memantik perhatian jamaah. Romo menilai, meski saat ini Kementerian Agama terbilang minim persoalan, hal itu berjalan seiring dengan tidak adanya terobosan baru yang berarti.

“Saya diminta sama Pak Presiden untuk membantu Menteri. Beliau berkata banyak yang harus diselesaikan di Kementerian Agama,” ujarnya.

Kementerian memiliki peran strategis dalam memperkuat kerukunan umat beragama, terutama di daerah perbatasan seperti Kepri. Ia memuji masyarakat Kepri yang mampu membangun suasana kebersamaan meski berbeda latar belakang agama, budaya, dan sosial. Apa yang terjadi di Batam dapat menjadi contoh bahwa kekuatan doa dan kebersamaan lintas masyarakat bisa menghadirkan stabilitas.

“Kepri memberi bukti nyata bahwa harmoni bisa tumbuh dari basis agama, budaya, maupun sosial,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Update