Kamis, 29 Januari 2026

Ribuan Pelamar Serbu Walk Interview PT Letsolar Energi Indonesia

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Ribuan pencari kerja memadati kawasan industri di Tanjunguncang, Sabtu (19/4), demi mengikuti walk interview yang digelar PT LetsolarEnergi Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang panel surya.

Proses rekrutmen yang dijadwalkan mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB itu berubah menjadi lautan manusia sejak pagi buta.Sejumlah pelamar bahkan sudah tiba sejak pukul 05.20 WIB. Sayangnya, meski datang lebih awal, tak semua berhasil masuk ke lokasi wawancara.

“Saya sampai di sana jam 06.10 pagi. Tapi pelamar sudah membludak, sepertinya lebih dari 5.000 orang. Ada yang umur 30-an, bahkan anak-anak yang baru tamat sekolah juga ikut melamar, padahal perusahaan minta yang berpengalaman,” ujar Bakti, salah satu pencari kerja yang turut hadir.

BACA JUGA: Ratusan Pelamar PPPK Batam Gugur, Masa Sanggah Dibuka

Kondisi kian tak terkendali karena pelamar yang datang dengan sepeda motor tidak diizinkan masuk ke kawasan industri. Mereka diminta memarkirkan kendaraan di luar, yang menyebabkan kemacetan parah di sekitar lokasi.

“Motor disuruh parkir di luar kawasan, akhirnya jalanan jadi macet total. Sudah desak-desakan, tiba-tiba ada yang jatuh ke parit,” ujar Bakti.

Insiden itu membuat suasana semakin kacau. Salah satu pelamar diketahui mengalami luka di bagian kepala akibat terjatuh ke dalam parit saat berdesakan.

“Seharusnya jangan pakai sistem walk interview. Kasihan yang datang, belum tentu bisa masuk, malah banyak yang rugi waktu dan tenaga. Apalagi sampai ada yang cedera,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Syakyakirti, mengaku, belum ada laporan terkait kejadian itu. Namun, dia mengaku beberapa video soal penerimaan tenaga kerja ini dilihatnya di media sosial.

“Apakah ada lapor ke kami, saya belum tahu. Tapi, kami menyayangkan juga hal ini terjadi,” ucap Rudi.

Dia mengatakan, harusnya penerimaan tenaga kerja ini disusun mekanismenya. Sehingga, dapat meminimalisir hal-hal tidak diinginkan.

“Atau mungkin, dari pihak perusahaan juga tidak menyangka respon masyarakat luar biasa. Kami akan tindaklanjuti dulu informasinya,” ucap Rudi. (*)

Reporter: Fiska Juanda

Update