Kamis, 26 Februari 2026

Ricky, Pemilik Lotek Ajo Saba

spot_img

Berita Terkait

spot_img

Dilanggani Wisatawan Malaysia dan Singapura 

KULINER vegetarian segar, lezat dan pastinya murah, salah satunya adalah di Lotek Ajo Saba. Lokasinya di Blok D nomor 16, Komplek Tanjung Pantun, Jodoh. Makanan yang terdiri dari lontong, kacang tanah, tahu, kentang, toge, kangkung, kol dan mie basah ini harganya cuma Rp 13 ribu.

BACA JUGA: Dewi Asriani, Pemilik Zahran Cake

”Lotek yang kita suguhkan ini lebih segar, karena kacangnya langsung digiling di tempat,” papar Pemilik Lotek Ajo Saba, Ricky, 34 didampingi adiknya Nuzullul Anjeliana Asmi SE (Iyang), Kamis (13/4/2023) lalu.

BACA JUGA: WANDI, Pemilik Barber Shop Three Brother

Lelaki asal Padang Pariaman ini menambahkan, lotek dan gado-gado hampir sama. Bedanya hanya dari cara mengolah kacangnya saja. Lotek, kacangnya digiling di tempat. Kalau gado-gado, kacangnya sudah digiling di rumah dan dicampur santan. Sama-sama lezat. Hanya beda di cara mengolahnya saja.

BACA JUGA: Sayidina Ali, Pemilik Ketupat Lontong Salero Sutan

Untuk pegolahan lontong, kacang tanah, tahu, kentang, toge, kangkung, kol dan mie basah, mereka dibantu ibunya yang berusia 60 tahun. Ini UMKM yang dikelola keluarga.

BACA JUGA: Indra Hidayat, Pemilik Warung Prasmanan Mama Kembar

Lotek Ajo Saba papar ayah satu anak ini, dibuka bapaknya sejak tahun 2000 lalu. Tahun 2014, ketika dia datang ke Batam, langsung mengelola dan melanjutkan usaha bapaknya di bisnis lotek ini.

Iyang yang merupakan alumni SE di Fekon Universitas Andalas (Unand) itu menambahkan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini dibuka mulai pukul 13.00 WIB sampai 24.00 WIB setiap hari.

Masalah harga papar wanita berjilbab ini. Memang hanya Rp 13 ribu. Relatif murah untuk satu porsi makanan vegetarian segar dan bergizi ini. Kenapa harga tidak naik jadi Rp 15 ribu per porsi di tengah bahan makanan dan gas yang serba mahal ini? Dulu pernah lotek ini ditambah telur dan dinaikkan jadi Rp 15 ribu. Dampaknya kurang baik. Pelanggan tidak mau lagi berbelanja. Sepi. Akhirnya  harga lotek diturunkan lagi menjadi Rp 13 ribu.

Iyang yang sedang mencari kerja di Batam  itu melanjutkan, UMKM yang mereka kelola ini sudah mendapat tempat di hati pelanggan, baik itu dari Batam, Kepri. Wisatawan dari Malaysia dan Singapura kadang menyempatkan diri datang dari hotel khusus makan dan membawa pulang lotek racikan mereka. (*)

Reporter: Suprizal Tanjung

SALAM RAMADAN