
batampos – RS St. Elisabeth Batam Kota menegaskan bahwa seluruh prosedur medis terhadap pasien berinisial NEL telah dilakukan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Direktur RS St. Elisabeth, dr. Sahat Hamonangan Siahaan, memberikan klarifikasi atas tuduhan yang menyebut rumah sakit tersebut menolak memberikan rawat inap kepada pasien.
Menurut Sahat, pasien NEL pertama kali datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Minggu, 1 Desember 2024, pukul 18.24 WIB. Pasien mengeluhkan demam, batuk berdahak, pilek selama tiga hari, serta muntah dan diare sebanyak dua kali. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi pasien tergolong sakit ringan.
“Tanda vital pasien stabil, tidak ada indikasi dehidrasi, dan hasil laboratorium menunjukkan jumlah sel darah putih dan hemoglobin normal,” ujar Sahat, memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang menyebut adanya dugaan penolakan pelayanan terhadap pasien berinisial NEL, Sabtu (7/12).
Pasien kemudian diberikan terapi nebulizer untuk meredakan batuknya. Setelah kondisi membaik, pasien diperbolehkan pulang dengan membawa obat sesuai resep dokter. Orang tua pasien juga diberikan edukasi untuk kembali ke rumah sakit jika keluhan berlanjut.
Namun, pada pukul 23.50 WIB di hari yang sama, pasien kembali ke IGD dengan keluhan menjadi lebih rewel. Pemeriksaan lanjutan menunjukkan kondisi pasien tetap stabil, tetapi dokter menyarankan rawat inap untuk observasi lebih lanjut.
“Awalnya, ayah pasien menyetujui rekomendasi rawat inap. Namun, setelah berdiskusi, ibu pasien memilih membawa anaknya pulang karena ada acara keluarga keesokan harinya,” ujar Sahat.
Ia menegaskan bahwa keputusan untuk tidak dirawat inap sepenuhnya berasal dari permintaan keluarga pasien, bukan akibat penolakan pihak rumah sakit.
“Kami selalu mengutamakan kesehatan pasien dan memberikan rekomendasi berdasarkan hasil pemeriksaan medis. Dalam kasus ini, keputusan membawa pasien pulang adalah atas permintaan keluarga,” tegasnya.
Melalui klarifikasi ini, Sahat berharap masyarakat mendapat informasi yang akurat untuk menghindari kesalahpahaman. RS St. Elisabeth juga menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh pasien.
“Kami menjalankan tanggung jawab sebagai institusi kesehatan dengan memprioritaskan kebutuhan medis pasien dan tetap berpegang pada prosedur yang berlaku,” pungkasnya.(*)
Reporter: Rengga Yuliandra



