Minggu, 25 Januari 2026

RSUD Embung Fatimah Rawat Puluhan Pasien DBD, Warga Diminta Waspada Gejala Awal

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi demam berdarah.

batampos – Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali merebak di Kota Batam. Puluhan pasien kini tengah dirawat intensif di RSUD Embung Fatimah, mayoritas anak-anak usia sekolah dasar. Lonjakan kasus ini kian mengkhawatirkan, terutama di kawasan padat penduduk yang rawan jadi sarang nyamuk Aedes aegypti.

“Kasus yang masuk cukup fluktuatif, tapi cenderung meningkat. Kami mencatat lebih dari 30 pasien DBD sedang dalam perawatan,” ungkap Humas RSUD Embung Fatimah, Ellin Sumarni, Senin (15/9).

Dari data rumah sakit, pasien DBD berasal dari berbagai usia, namun dominasi anak-anak membuat kondisi ini jadi perhatian khusus. Penurunan trombosit hingga kebutuhan transfusi darah dialami sebagian pasien, menandakan betapa seriusnya ancaman penyakit ini.

Wilayah dengan jumlah pasien terbanyak tercatat di Sagulung, Batuaji, dan Sekupang. Kondisi lingkungan padat dengan sanitasi yang kurang memadai disebut menjadi faktor pemicu tingginya penyebaran.

RSUD Embung Fatimah telah menyiapkan ruang perawatan khusus serta meningkatkan kewaspadaan tenaga medis untuk mendeteksi gejala dini. Meski begitu, pihak rumah sakit menegaskan peran masyarakat tetap yang paling utama.

“Rumah sakit hanya bisa merawat. Pencegahan efektif ada di masyarakat melalui gerakan 3M Plus: menguras, menutup, mengubur, serta langkah tambahan seperti menggunakan lotion anti nyamuk,” tegas Ellin.

Dinas Kesehatan Batam mencatat tren DBD tahun ini lebih tinggi dibanding periode sama tahun lalu. Meski masih dalam kategori terkendali, lonjakan kasus bisa berubah jadi ledakan jika masyarakat abai menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau tidak meremehkan demam tinggi, terutama pada anak. Kewaspadaan dini dinilai mampu menyelamatkan nyawa sekaligus menekan risiko fatal akibat DBD. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update