Senin, 12 Januari 2026

Ruangan Kelas SMKN 1 Batam Terbakar, Diduga Akibat Korsleting

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Kebakaran. 
batampos – Kebakaran terjadi di salah satu ruangan kelas SMK Negeri 1 Batam pada Selasa (22/7) dini hari. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik yang terjadi saat sekolah dalam kondisi kosong. Beruntung, api berhasil cepat dipadamkan sehingga tidak menyebabkan kerusakan lebih luas.
Kepala SMKN 1 Batam, Deden Suryana, membenarkan adanya insiden kebakaran tersebut. Ia mengatakan bahwa kebakaran hanya berdampak pada sebagian kecil perabotan di dalam ruangan dan tidak sampai merembet ke ruangan lainnya. “Sudah berhasil ditangani dan tidak berdampak pada kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.
Tim pemadam kebakaran yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi dan berhasil mengendalikan api dalam waktu singkat. Mereka memastikan titik api tidak menjalar ke ruangan lain yang berdekatan. Beberapa kursi, meja, dan peralatan pembelajaran terlihat hangus terbakar.
Menurut informasi awal, korsleting listrik menjadi penyebab kuat kebakaran ini. Saat kejadian, sekolah dalam keadaan sepi karena sudah di luar jam operasional. “Kami akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap instalasi listrik di seluruh ruangan untuk menghindari kejadian serupa,” tambah Deden.
Ia juga menjelaskan bahwa situasi sekolah dalam sepekan ini masih berada dalam masa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk siswa baru. “MPLS baru akan berakhir Jumat nanti, jadi kegiatan pembelajaran reguler memang belum sepenuhnya berjalan,” jelasnya.
Sementara itu, untuk siswa kelas 11 dan 12, kegiatan belajar masih berlangsung secara daring. Hal ini karena sebagian besar tenaga pengajar sedang fokus dalam pelaksanaan MPLS. “Jadi tidak ada hambatan atau gangguan yang berarti akibat kebakaran ini,” tambah Deden.
Langkah perbaikan mulai dilakukan oleh pihak sekolah. Ruangan yang terbakar akan segera diperbaiki dan dibersihkan agar dapat digunakan kembali. Sementara aktivitas belajar mengajar dialihkan sementara ke ruangan lain atau dijalankan secara daring.
Pihak sekolah juga akan melakukan evaluasi sistem kelistrikan, termasuk menyusun langkah-langkah pencegahan. “Kami tidak ingin kejadian ini terulang. Keamanan siswa dan guru adalah prioritas utama kami,” tutup Deden. (*)
Reporter: Eusebius Sara 

Update