
batampos.co.id – Ruangguru bersama Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) mengembangkan 50 video belajar menjadi 4 pilar literasi.
Head of Public Policy Ruangguru, Amri Ilma, mengatakan, empat pilar literasi digital tersebut terdiri dari, aman bermedia digital, budaya bermedia digital, cakap bermedia digital dan etis bermedia digital.
“Aman bermedia digital yakni amankan diri dan sesama di ruang digital, memahami dan menghindari penipuan digital serta melindungi rekam jejak digital,” paparnya melakukan konferensi pers secara daring, Rabu (10/11/2021).
Ceo Ruangguru, Iman Usman, mengatakan, pihaknya juga mengembangkan beberapa konten terkait literasai digital untuk anak-anak.
“Sehingga anak-anak aman saat berdigital dan kita sudah banyak mengembangkan inovasi itu. Ini tidak kami kerjakan sendiri,” ujarnya.
Ia mengatakan, hal ini merupakan gerakan bersama dan ada ratusan mitra yang terlibat dan memiliki misi dan konsen yang sama, sehingga bisa mengedukasi masyarakat dengan luas.
Sementara itu untuk menjangkau daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Indonesia, ruangguru menyediakan literasi digital yang dapat dinikmati tanpa jaringan internet.
“Kita siapkan juga secara offline. Kita juga memiliki mitra yang tugasnya untuk mengedukasi guru di daerah 3T, sehingga guru-gurunya melek digital dan kemampuan belajar ditingkatkan,” paparnya.
Dengan begitu lanjutnya, guru dapat memberikan ilmu yang didapatkan kepada ke anak didiknya. Pihaknya secara berkala juga melakukan program-program secara langsung maupun dengan mitranya.
“Selain online juga ada pendekatan secara offline sehingga bisa mejangkau masyarakat luas.
Direktur Pemberdayaan Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Boni Pudjianto, mengatakan, terkait masalah infrastruktur pihaknya bersama terus melakukan kerjasama dengan provider untuk dapat memberikan akses layanan internet kepada masyarakat di daerah 3T
“Dari 83 ribu desa di Indonesia, masih ada 12 ribuan yang belum mendapat koneksi 4G. Tahun depan akan menjadi target untuk diselesaikan dan kita bekerjasama dengan provider membangun infrastruktur telekomunikasi,” paparnya.
Selain itu untuk menjangkau daerah 3T, pihaknya akan memanfaatkan satelit.
“Kita akan meluncurkan satelit Satria. Peluncuran akan dilakukan tiga tahap dan dimulai pada 2023,” paparnya.
Dengan begitu masyarakat yang berada di daerah 3T dapat mengakses internet melalui satelit.(esa)



