Sabtu, 14 Maret 2026

Ruas Jalan di Batuaji, Sagulung, Marina dan Tanjungriau Kembali Rusak

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ruas Jalan di marina City yang rusak. Foto: Eusebius Sara/Batam Pos

batampos – Sejumlah Ruas jalan di Batuaji, Sagulung dan Marina, Tanjungriau, kembali rusak. Kerusakan ini akibat padatnya aktivitas kendaraan berat seperti truk pengangkut tanah untuk proyek pematangan lahan yang hilir mudik.

Jalan R Suprapto, Batuaji misalkan. Banyak yang kembali berlubang seperti depan kawasan Sentosa Perdana (SP) Plaza dan depan perumahan Puskopkar. Begitu juga dengan jalan Marina City yang baru saja dilebarkan dan diaspal oleh Pemerintah Provinsi Kepri kini kembali rusak parah.
Kerusakan ini terlihat mulai dari depan Harris Resort Hotel hingga gerbang masuk Marina City dari arah Tanjungriau. Jalan Ahmad Dahlan Seitemiang juga demikian dan kerusakan sudah cukup parah. Penyebabnya sama yakni hilir mudik truk pengangkut tanah.

Truk pengangkut tanah yang melakukan aktivitas penimbunan lahan di dalam lokasi proyek menggunakan akses jalan utama untuk berlalulintas. Imbasnya jalan jadi rusak. Truk dengan muatan yang berat tentu perlahan-lahan mengikis ataupun melubangi aspal jalan dan saat ini kondisi jalan di sana benar-benar memprihatinkan. Lubang dengan ukuran besar dan dalam menghiasi hampir sepanjang ruas jalan.

Warga pengguna jalan terus menyoroti aktivitas kendaraan proyek tersebut sebab semakin hari semakin padat. Kendaraan proyek ini juga kebut-kebutan di jalan raya sehingga mengancam keselamatan pengendara lain.

Warga pengguna jalan pernah bentrok dengan sopir-sopir truk pengangkut tanah tersebut karena membahayakan pengendara lain namun ini tak berdampak karena sampai saat ini aktifitas kendaraan proyek ini tetap berjalan dan bahkan semakin brutal.

“Padahal sudah sangat meresahkan. Jalan jadi rusak, debu dan becek kalau hujan. Sudah gitu ngebut-ngebutan semua truk-truk itu. Entah sampai kapan ini baru ditertibkan. Sudah sangat meresahkan sekali,” ujar Anwar, warga Marina.

Pihak proyek saat dikonfirmasikan enggan menanggapi sorotan masyarakat tersebut. Berdalih telah memiliki perizinan mereka mengaku berhak menggunakan akses jalan utama tersebut sekalipun berdampak.(*)

Reporter: Eusebius Sara

SALAM RAMADAN