
batampos – Padamnya lampu penerangan jalan umum di beberapa ruas jalan kota Batam menjadi sorotan oleh Ombudsman Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Ombudsman telah menerima laporan keluhan masyarakat mengenai kendala penerangan lampu jalan tersebut yang tentunya merugikan pengguna jalan dan membahayakan keamanan.
Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Siadari menyatakan keluhan masyarakat tentang banyaknya lampu penerangan jalan yang padam dan menjadi timbul pertanyaan penyebab hal ini bisa terjadi.
“Kami mencoba berkoordinasi dengan dinas terkait, ditemukan memang anggaran pembangunan dan perawatan jalan termasuk infrastuktur anggaran APBD 2024 memang lebih sedikit dibandingkan dengan tahun lalu,” kata Lagat, Senin (19/8).
Baca Juga: Lampu Padam, Pengendara Terperosok Lubang
Artinya, hal ini berdampak pada dinas terkait dalam pengadaan lampu penerangan jalan baru maupun perawatan serta perbaikan sepertinya memang terkendala.
“Kami telah menyurati Wali Kota Batam mengingatkan bahwa ini bagian penting dalam hak masyarakat mendapatkan layanan penerangan jalan karena telah membayar pajaknya tersebut yang jumlahnya lumayan,” ujarnya.
Menurutnya pajak dari penerangan jalan tersebut semestinya dikembalikan dalam bentuk pelayanan pengadaan lampu jalan baru maupun pemeliharaannya. Ombudsman menegaskan kepada Pemko Batam untuk menambahkan anggaran tahun depan dan hal ini telah diamini oleh Sekda Kota Batam.
“Hal ini telah diamini untuk menambahkan anggaran tahun depan dalam perawatan dan pemeliharaan infrastruktur tersebut” sebutnya.
Ombudsman juga menyoroti kasus dugaan kabel lampu penerangan jalan yang dicuri oleh orang tak bertanggung jawab dan peristiwa ini telah berulang kali terjadi.
“Ini menjadi kekhawatiran kami juga mengapa pelaku pencurian kabel lampu penerangan jalan umum itu tidak bisa diungkapkan dan diatasi oleh Pemko Batam dan kepolisian,” ujarnya.
Pihaknya mendorong agar Pemko Batam berkoordinasi dengan kepolisian untuk bisa mengatasi dan mengungkap pelaku pencurian kabel tersebut secara serius dan diyakini hal ini bisa dapat teratasi.
“Kami minta koordinasinya lebih baik lagi dari Pemko Batam dengan kepolisan dalam mengatasi persoalan ini,” sebut Lagat.
Terpisah dari data Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam tercatat lampu PJU yang padam mencapai 494 titik, dengan rincian wilayah satu seperti di Batamkota dan Nongsa 300 titik, KDA dan Batubesar 70 titik.
Lalu daerah Sukajadi, Batamcenter, Simpang Jam Panel 305 dan 203 ada 4 titik. Untuk wilayah dua Sekupang dan Tiban ada 99 titik. Kemudian wilayah Batuampar ada 36 titik dan Nagoya, Lubukbaja ada 7 titik
“Upaya terus dilakukan. Teknisi terus melakukan perbaikan meski harus berpindah-pindah lokasi,” jelas Kepala Dinas Bina Marga, Suhar.
Pihaknya juga mengambil langkah, rencananya kabel dan peralatan lampu PJU akan dipasang di tempat yang lebih tinggi dengan kotak pengaman yang tidak mudah untuk dibuka atau dirusak.
“Akan kami pikirkan caranya. Peralatan dan kabel diletakkan di ketinggian tiang biar tak mudah dijangkau dan nampak sama orang kalau ada yang manjat mau maling ataupun merusaknya, ” katanya.
Rencana pemasangan alat pengaman pada instalasi kabel dan perlengkapan lampu PJU ini akan diterapkan di semua titik lampu PJU yang saat ini bermasalah.
Dinas Bina Marga secara bertahap akan mengatasi kembali semua persoalan lampu PJU ini agar menjamin keamanan penggunaan jalan di malam hari. (*)
Reporter: Aziz Maulana



