
batampos – Warga di sekitar Komplek Devin Premier, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, berharap agar bangunan ruko yang ambruk beberapa waktu lalu segera diperbaiki. Mereka khawatir kondisi bangunan yang masih berdiri saat ini bisa kembali roboh dan membahayakan rumah warga di sekitarnya.
“Katanya mau dibangun ulang, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Material bangunan memang sudah mulai diangkut, tapi strukturnya masih begitu saja. Kami warga khawatir kalau tiba-tiba roboh lagi,” ujar Alimin, salah satu warga sekitar, Selasa (8/10).
Dari pantauan di lokasi, sejumlah puing-puing yang sebelumnya berserakan di depan ruko telah mulai diangkut. Sementara area sekitar bangunan kini ditutup menggunakan seng dengan tulisan “Dilarang Masuk bagi yang Tidak Berkepentingan.”
Baca Juga: PII Soroti Kegagalan Struktur pada Kasus Ambruknya Ruko di Tanjungriau
“Sudah beberapa hari ini ditutup seng, tapi kami tetap berharap segera diperbaiki. Takutnya kalau dibiarkan terlalu lama, bisa roboh lagi dan kena rumah warga yang ada di depan,” tambah warga lainnya.
Warga yang bermukim di belakang deretan ruko juga menyampaikan kekhawatiran serupa. Mereka berharap proses perbaikan tidak ditunda, mengingat kondisi struktur di bagian belakang bangunan juga terlihat mengkhawatirkan.
“Namanya bangunan yang sudah roboh, pasti strukturnya lemah. Di belakang itu sudah langsung rumah warga juga. Ngeri kalau sewaktu-waktu roboh lagi,” ujar seorang warga di kawasan belakang ruko tersebut.
Sebelumnya, tujuh unit ruko di Komplek Devin Premier ambruk pada Jumat (3/10) sekitar pukul 14.00 WIB, sesaat setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun satu unit sepeda motor rusak tertimpa material bangunan.
Salah seorang saksi mata, Agus, mengatakan dirinya mendengar suara keras menyerupai ledakan tak lama setelah hujan reda. Saat keluar rumah, ia mendapati deretan ruko di depan rumahnya sudah ambruk.
“Saya lihat ternyata ruko di depan rumah ambruk, sampai material pun berserakan ke depan rumah kami. Bunyinya seperti bom,” ujarnya.
Warga sempat panik karena di dekat lokasi terdapat Rumah Tahfiz Alquran yang biasa digunakan anak-anak untuk mengaji setiap sore. Beruntung, saat kejadian lokasi tersebut sedang kosong.
“Jam 3 itu biasanya anak-anak sudah ngaji di sana. Untungnya cuma satu motor yang kena,” tambah Agus.
Salah satu penghuni ruko juga sempat histeris karena suaminya masih berada di dalam bangunan saat kejadian. Beruntung, ruko yang dihuni pasangan tersebut tidak sampai roboh, hanya mengalami kerusakan di bagian depan.
“Ada tujuh ruko, satu yang masih dihuni tidak roboh, hanya rusak di bagian depan,” jelas Agus.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sekupang Iptu Riyanto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab ambruknya bangunan tersebut. Polisi juga telah memeriksa satu perwakilan dari pihak pengembang.
“Sudah kami periksa satu perwakilan dari pihak developer untuk dimintai keterangan awal. Pemeriksaan masih berlanjut untuk mengetahui secara pasti penyebab robohnya bangunan,” ujar Iptu Riyanto.
Ia menegaskan, pihaknya akan memanggil pihak-pihak terkait lainnya guna memastikan apakah ada kelalaian dalam proses pembangunan ruko tersebut. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



