
batampos – Satu lagi solusi konkret untuk mengatasi banjir di kawasan padat Kota Batam akhirnya rampung. Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) menyelesaikan pembangunan rumah pompa pengendali banjir di wilayah Sei Jodoh–Nagoya.
Rumah pompa ini diharapkan bisa menjadi penyelamat kawasan Jodoh–Nagoya, terutama saat curah hujan tinggi mengguyur pusat kota.
“Sudah kami uji coba beberapa kali dan hasilnya bagus. Serah terima tinggal menunggu pejabat terkait yang sedang pendidikan,” ungkap Kepala DBM-SDA Batam, Suhar, Jumat (3/10).
Baca Juga: Pemko-BP Batam Bangun 12 Rumah Pompa, Banjir Ditarget Bisa Terkendali
Suhar menjelaskan, kondisi geografis Sei Jodoh yang datar membuat aliran air lambat saat hujan deras. Hal ini kerap menimbulkan genangan hingga banjir di sejumlah titik, khususnya di kawasan Martabak Har dan sekitarnya.
“Pompa ini fungsinya untuk mempercepat aliran air dari hulu ke hilir. Jadi air tidak lagi menggenang lama di permukaan,” katanya.
Pompa ini akan membantu mempercepat pembuangan air saat terjadi peningkatan debit, sehingga risiko banjir bisa ditekan secara signifikan.
Meski satu rumah pompa telah rampung, proyek ini masih merupakan bagian dari rencana besar. Total akan ada tiga titik rumah pompa yang dibangun di kawasan Jodoh–Nagoya.
“Saat ini baru satu. Kalau tiga titik ini sudah terpasang dan terintegrasi, sistem pengendalian banjir di pusat kota akan jauh lebih optimal,” tambah Suhar.
Pemko Batam menargetkan ketiga rumah pompa akan membentuk sistem terintegrasi yang mampu melindungi kawasan bisnis vital seperti Nagoya dari ancaman banjir musiman.
Memasuki Oktober yang mulai memasuki musim hujan, keberadaan rumah pompa Sei Jodoh diharapkan segera memberi dampak nyata. Suhar menegaskan, proyek ini menjadi bagian dari komitmen Pemko dalam menyelesaikan persoalan banjir, yang selama ini menjadi salah satu keluhan utama masyarakat dan pelaku usaha.
“Ini prioritas dari pimpinan. Banjir jadi masalah serius yang terus kita tuntaskan secara bertahap,” ujarnya. (*)
Reporter: Arjuna



