
batampos – Proses pemindahan masyarakat Rempang Galang yang kampung mereka masuk dalam kawasan pengembangan Rempang Eco City masih terus berlanjut. Masih banyak masyarakat yang sudah mendaftar namun belum dipindahkan.
Rumah susun sewa (Rusunawa) Pemko Batam salah satu tempat yang disediakan pemerintah untuk menampung masyarakat Rempang yang akan direlokasi. Namun sampai saat ini belum ada satupun yang pindah ke sana.
Selain karena masih banyak yang belum dipindahkan, kondisi hunian Rusunawa yang terlampau kecil juga jadi alasan kenapa belum terisi hingga saat ini. Beberapa warga Rempang yang dijumpai sebelumnya mengaku enggak ke rusunawa karena hunian yang terlampau kecil.
Baca Juga: Knalpot Sepeda Motor Balap Liar Dihancurkan, Pasang yang Standar Jika Ingin Ambil dari Polsek
Perabotan rumah tangga mereka tidak muat jika pindah ke rusun. Mereka cenderung memilih ruko atau cari rumah kontrakan sendiri yang difasilitasi pemerintah agar bisa memboyong semua perabotan rumah tangga mereka.
“Bagus cari kontrakan sendiri karena barang banyak yang mau dibawa. Kecil rusun tak muat semua barang nanti,” ujar Erna, seorang warga.
Kepala UPT Rusunawa Pemko Batam Roni menuturkan hal yang sama. Meskipun Pemko sudah menyiapkan satu rusunawa di dekat Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Batuaji, namun belum ada satupun warga Rempang yang pindah ke sana.
Baca Juga: Dicurigai Lakukan Permainan, Pangkalan Gas di Batam Distop
“Huniannya kekecilan kali. Tapi tetap kita siapkan karena masih banyak lagi yang belum pindah,” kata Roni.
Kapolsek Batuaji AKP Sandy Pratama Putra yang selama ini selalu monitor dengan kedatangan masyarakat Rempang ke wilayah hukum Polsek Batuaji menysebut belum ada yang pindah ke rusunawa. Belasan warga yang sudah pindah umumnya memilih ruko Buana Central Park Tembesi sebagai hunian sementara di Batam.
“Yang di Batuaji ini kebanyakan di Ruko. Kalau di perumahan baru dua KK. Rusun belum ada sama sekali,” ujar Sandy. (*)
Reporter: Eusebius Sara



