Minggu, 25 Januari 2026

Sampah Kembali Menumpuk di Tepi Jalan Brigjen Katamso, Siapa yang Salah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pembersihan sampah di pinggir jalan Brigjend Katamso Tanjunguncang yang belum selesai. f.Eusebius Sara

batampos— Tumpukan sampah di pinggir Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, kembali menjadi sorotan warga. Hingga Rabu (16/6), tumpukan masih terlihat cukup banyak, meski Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah melakukan pembersihan dengan bantuan alat berat. Sayangnya, upaya itu belum maksimal karena keterbatasan armada pengangkut sampah.

Pantauan di lapangan menunjukkan, sebagian besar sampah sudah diangkut, namun masih terlihat gundukan limbah rumah tangga dan sisa material lainnya di beberapa titik. DLH mengaku baru bisa membersihkan sekitar separuh dari total sampah yang menumpuk. Armada yang tersedia belum mampu menjangkau seluruh area secara cepat dan merata.

Masalah sampah di Jalan Brigjen Katamso bukanlah hal baru. Persoalan ini sudah berlangsung lama dan terkesan sulit diatasi. Selain armada yang terbatas, antrean panjang di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur juga menjadi salah satu penyebab terhambatnya pengangkutan sampah.

BACA JUGA: DLH Batam dan PKK Sosialisasikan Pilah Sampah di Galang

Di sisi lain, rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah secara tertib memperparah keadaan. Tidak sedikit warga yang membuang sampah sembarangan di pinggir jalan, meski telah tersedia fasilitas pembuangan yang semestinya digunakan bersama.

Pemerintah Kota Batam telah berulang kali mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam mengatasi persoalan sampah. Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra kerap mengajak warga agar membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan.

“Tanpa kesadaran bersama, upaya kami tidak akan cukup. Kami butuh dukungan dari warga agar lingkungan tetap bersih,” ujar Amsakar dalam salah satu kesempatan saat di Batuaji beberapa waktu lalu.

DLH Batam juga menyampaikan komitmennya untuk terus melakukan pembersihan secara berkala, meski dengan keterbatasan armada. Pihak kecamatan pun ikut berperan aktif mengajak masyarakat untuk tertib membuang sampah.

Sementara itu, Linda, salah satu warga Tanjunguncang, mengeluhkan sering macetnya jadwal pengangkutan sampah dari depan rumah warga. “Kadang sampah di depan rumah kami tidak diambil selama beberapa hari. Akhirnya orang-orang buang ke pinggir jalan karena sudah bau,” keluhnya.

DLH menyadari permasalahan ini dan tengah mencari solusi lebih permanen, termasuk menambah jumlah armada dan mempercepat proses pembuangan di TPA. Namun, mereka menegaskan bahwa edukasi kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan dan berharap kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat. Penanganan sampah adalah tanggung jawab bersama, bukan semata tugas pemerintah. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update