Senin, 12 Januari 2026

Sampah Menumpuk di Akses Barelang, Bau Menyengat dan Estetika Kota Tercoreng

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Tumpukan sampah yang berserakan di sepanjang Jalan Trans Barelang. Foto. M. Sya’ban/ batampos.co.id

batampos – Tumpukan sampah yang berserakan di sepanjang Jalan Letjen Suprapto dan Jalan Trans Barelang, tepatnya di jalur menuju Jembatan Barelang maupun arah balik ke Tembesi, semakin mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Kondisi ini terlihat jelas pada Sabtu (2/8), dan telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir tanpa penanganan yang memadai.

Selain menimbulkan bau menyengat, keberadaan sampah juga merusak estetika kota. Sampah terlihat menumpuk di pinggir jalan, terdiri dari kantong plastik, limbah rumah tangga, hingga sisa makanan dan menciptakan pemandangan kumuh yang tidak sedap dipandang. Aroma tak sedap kian tajam, terutama saat siang hari di bawah terik matahari.

Lebih parah lagi, tumpukan sampah tersebut tidak kunjung diangkut oleh petugas kebersihan. Beberapa warga sekitar bahkan memilih membakarnya demi mengurangi bau. Namun, cara ini justru menimbulkan polusi udara yang berbahaya dan dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Pejabat Struktural dan Petugas Lapangan DLH Batam Sudah Diperiksa Polisi, Kasus Dugaan Korupsi Retribusi Sampah

Dandi, seorang pengemudi ojek online yang sering melintas di jalur tersebut, mengaku sangat terganggu dengan kondisi ini. “Baunya menyengat banget, apalagi kalau siang. Kadang penumpang juga komentar karena tidak tahan dengan baunya,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Sunggul, seorang karyawan swasta yang setiap hari melewati jalan tersebut sepulang kerja. Ia menilai, kondisi ini mencerminkan lemahnya pengelolaan sampah oleh pihak berwenang. “Sampahnya selalu ada, malah makin banyak. Ini bikin risih dan bisa jadi sumber penyakit,” katanya.

Ironisnya, jalan ini merupakan akses utama menuju kawasan wisata Jembatan Barelang yang menjadi ikon Batam. Jika dibiarkan, kondisi tersebut bukan hanya merusak wajah kota tetapi juga bisa menurunkan citra Batam sebagai destinasi pariwisata unggulan.

Warga dan pengguna jalan mendesak agar pemerintah kota, khususnya dinas lingkungan hidup, segera turun tangan. Penanganan yang cepat, konsisten, dan berkelanjutan dinilai sangat penting agar persoalan ini tidak berkembang menjadi masalah kesehatan dan lingkungan yang lebih serius. (*)

Reporter: M. Sya’ban

Update