
batampos – Sampah masih menjadi persoalan yang terus dihadapi Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Dalam program 100 hari kerjanya, Wali Kota Amsakar Achmad menargetkan penyelesaian berbagai masalah mendesak, mulai dari air bersih, banjir, hingga sampah.
Namun, di sejumlah titik, persoalan sampah masih sulit dikendalikan. Salah satunya di Tanjungriau, Sekupang, di mana tumpukan sampah hampir menutup sebagian badan jalan. Pemandangan ini tidak hanya mengganggu estetika kota tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Petugas kebersihan yang bertugas di wilayah itu mengaku kewalahan. Padahal, tempat pembuangan sampah sudah disiapkan oleh pemerintah, tetapi kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih sangat rendah.
Hen, salah seorang petugas kebersihan yang bertugas mengangkut sampah di kawasan itu, mengatakan bahwa ia dan timnya mengangkut sampah hingga tiga kali dalam sehari. Namun, keesokan harinya, kondisi tetap sama, sampah kembali menumpuk.
“Susah mau dibilang masyarakat ini, bang. Kalau sampah begini, kami yang disalahkan,” katanya saat ditemui di lokasi, Senin (10/3).
Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi faktor kunci dalam mengatasi permasalahan ini. Tanpa perubahan perilaku dari warga, seberapa sering pun sampah diangkut, persoalan ini akan tetap berulang.
Hen menyebut, pemerintah memang memiliki peran dalam pengelolaan sampah, tetapi upaya itu harus dibarengi dengan kepedulian warga. Jika masyarakat tetap abai, maka usaha yang dilakukan tidak akan memberikan hasil maksimal.
Persoalan sampah di Batam memang menjadi tantangan yang tak kunjung usai. Sejumlah program telah dijalankan, termasuk pengangkutan sampah secara berkala dan penyediaan tempat pembuangan yang memadai. Namun, persoalan utama tetap terletak pada kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. (*)
Reporter: Arjuna



