Rabu, 14 Januari 2026

Sampah Menumpuk Tak Terangkut di Patam Lestari, Warga Malah Diminta Biaya Tambahan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wakil Ketua I DPRD Batam, Aweng Kurniawan, saat memantau langsung tumpukan sampah di Patam Lestari. (Istimewa untuk Batam Pos)

batampos – Persoalan pengelolaan sampah di sejumlah wilayah di Kelurahan Patam Lestari, Kota Batam, terus menjadi sorotan warga.

Beberapa titik yang kerap dikeluhkan meliputi Kampung Tua Patam Lestari, Jalan Akasia Patam, depan Perumahan Tiban II, depan SD 005, Kampung Tua Mentarau, dan Tiban Makmur. Sampah di lokasi-lokasi tersebut disebut tidak terangkut selama hampir satu tahun terakhir.

Ketua RW 01 Kampung Tua Patam Lestari, Herry, menyampaikan kekecewaan mendalam atas kondisi tersebut. Warga mengeluhkan persoalan sampah yang berserakan di wilayah Patam Lestari.

Baca Juga: Harga Bahan Pokok Melonjak, Pemko Pastikan Harga Akan Kembali Normal

“Banyak alasan tidak masuk akal dari petugas DLH (Dinas Lingkungan Hidup) saat diminta mengangkut sampah itu,” ujarnya, tempo lalu.

Menurut Herry, DLH kerap beralasan kekurangan armada atau rusaknya kendaraan operasional. Akibatnya, pengangkutan sampah hanya dilakukan di luar hari kerja, yakni pada hari Minggu.

Namun, proses tersebut tidak gratis. Warga diminta memberikan dana tambahan dengan alasan pekerjaan dilakukan di luar jam kerja.

Baca Juga: Pak Wali, Warga Keluhkan Jalan di Tanjungsengkuang yang Rusak Parah

“Awalnya kami sepakat mengeluarkan iuran Rp200 ribu agar sampah diangkut. Namun, masalah tetap tidak selesai. Sampah tetap menumpuk, dan ketika diminta lagi, mereka meminta tambahan Rp500 ribu,” katanya.

Kondisi ini memicu keresahan warga yang merasa terjebak dalam situasi yang tidak adil. Meski telah membayar iuran, tumpukan sampah tetap menjadi pemandangan sehari-hari di TPS. Selain itu, bau tak sedap dan risiko kesehatan menghantui warga sekitar. (*)

 

Reporter: Arjuna

Update