
batampos – Satgas Pangan Polda Kepri menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama para distributor dan Asosiasi Pengusaha di Batam, Jumat (22/8) di Polda Kepri.
Kasubdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Ruslaeni, mengatakan pihaknya bersama distributor bersepakat agar harga beras, baik jenis premium maupun medium, dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET).
“Distributor bertanggung jawab untuk memastikan harga beras di pasaran, di toko-toko, tidak dijual di atas HET. Kalau ditemukan masih ada yang menjual di atas HET, akan ada penindakan,” tegas Ruslaeni.
Menurutnya, komitmen ini berlaku tidak hanya di Batam, tetapi juga di wilayah jajaran Polresta dan Polres di seluruh Kepri, yang juga MoU dengan distributor beras.
“Jadi tak hanya Batam, namun semua Kabupaten Kota di Kepri. Kalau tetap ada yang bandel, kami akan panggil dan klasifikasi alasannya,” ujarnya.
Menurut dia, upaya ini bukan dalam rangka kegiatan khusus, melainkan semata-mata untuk menjaga stabilitas harga beras. Tujuannya agar tetap terjangkau masyarakat. Ada 3 pengusaha beras di Batam yang terlibat bersama dengan Ketua Asosiasi Bahan Pokok di Batam.
“Untuk MoU di Batam, ada 3 distributor beras besar yang terlibat.Kami tidak ingin ada permainan harga. Semua pihak sudah sepakat melalui MoU ini. Jadi kalau ada yang coba-coba melanggar, ada konsekuensinya,” kata Ruslaeni.
MoU tersebut mencakup seluruh jenis beras, baik premium maupun medium. Dengan kesepakatan ini, harga beras di pasaran diharapkan lebih terkendali.
“Kalau distributor sudah menjual di bawah HET, pedagang juga otomatis harus ikut. Kalau tidak, akan jelas siapa yang bermain. Ada kaki-kakinya yang bisa kami telusuri,” tambahnya.
Ruslaeni juga menegaskan agar masyarakat tidak khawatir soal ketersediaan. Ia memastikan distribusi beras di Kepri berjalan lancar dan aman.
“Kami bersama Satgas Pangan akan terus mengawasi. Distributor juga sudah komitmen tidak hanya menyalurkan, tapi juga ikut menjaga harga di lapangan,” katanya. (*)
Reporter: Yashinta



