
batampos – Sudah sepekan sejak alat berat tiba di Jalan Raja M. Saleh, tepatnya di depan Komplek Cikitsu, namun perbaikan jalan yang dijanjikan Dinas Bina Marga tak kunjung dimulai. Alat berat yang sempat terlihat bekerja sebentar meratakan bagian pinggir jalan, kini justru terparkir diam tanpa aktivitas berarti.
Warga sekitar dan para pengguna jalan mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani kerusakan jalan yang telah berlangsung cukup lama. Pasalnya, Dinas Bina Marga sebelumnya menyampaikan bahwa pengerjaan akan dimulai pada Senin pekan lalu. Namun hingga Senin (12/5), jalan masih rusak dan belum terlihat adanya tanda-tanda perbaikan lanjutan.
Pantauan Batam Pos pada Senin pagi, tidak terlihat satu pun petugas atau aktivitas proyek di lokasi tersebut. Jalan yang sebelumnya sempat ditimbun kerikil kini kembali rusak dan dipenuhi lubang. Kondisi ini memperburuk kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat hujan turun.
Lara, seorang pengendara yang setiap hari melintasi jalan tersebut, mengaku kecewa. Menurutnya, pemerintah seolah memberi harapan palsu kepada masyarakat.
“Katanya sudah mulai dikerjakan, tapi sampai sekarang belum ada yang diperbaiki,” ujarnya.
Ia juga menyebut alat berat hanya sempat meratakan pinggiran jalan, lalu terparkir begitu saja di tepi jalan. Alat berat seakan dijadikan pajangan.
“Sekarang alat berat satu-satunya itu cuma jadi pajangan. Tidak ada aktivitas sama sekali di depan Komplek Cikitsu,” tambahnya.
Senada dengan Lara, Yusran, warga yang juga sering melewati jalan tersebut, menyatakan kebingungannya atas kelanjutan proyek tersebut. Ia menyoroti absennya tanda-tanda umum proyek pemerintah seperti papan informasi kegiatan atau tanda peringatan lainnya.
“Biasanya kalau ada proyek pembangunan pasti ada papan informasi atau setidaknya rambu-rambu. Ini tidak ada sama sekali. Pemerintah seperti tidak serius,” keluhnya.
Yusran menilai lambannya pengerjaan ini memperlihatkan bahwa perbaikan jalan belum menjadi prioritas, meskipun kondisinya semakin memburuk. Ia juga mengaku sudah mendengar bahwa proyek ini telah memiliki pemenang lelang, namun fakta di lapangan justru berbanding terbalik.
“Kalau sudah ada pemenang lelang, kenapa belum juga dimulai? Jangan sampai ini cuma jadi PHP dari Dinas Bina Marga,” pungkasnya.
Warga berharap, janji perbaikan jalan tidak hanya menjadi wacana di atas kertas. Mereka mendesak pemerintah segera bertindak agar jalan utama yang menjadi akses penting bagi masyarakat itu bisa kembali layak dilalui.
“Kalau sudah janji yang seharusnya dilaksanakan, apalagi sudah ada lelang,” pungkasnya.
Sementara, Kabis Dinas Bina Marga dan Sumber Air Kota Batam, Dohar belum bisa dikonfirmasi terkait pengerjaan proyek itu. Beberapa waktu lalu, Dohar mengaku perbaikan jalan sudah akan mulai dilakukan saat alat berat sampai di lokasi. Namun ternyata hal itu hanya tinggal janji. (*)
Reporter: Yashinta



