Sabtu, 31 Januari 2026

Sayembara Wali Kota Batam Berdampak: Masyarakat Antusias Mengawasi Pembuang Sampah Sembarangan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Sampah masih menumpuk di pinggir jalan menuju galangan kapal Seilekop, Sagulung. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Sayembara yang digagas Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, terkait pelaporan pembuang sampah sembarangan mulai membuahkan hasil. Masyarakat semakin antusias mengawasi lingkungan sekitar demi menjaga kebersihan kota. Selain kesadaran akan pentingnya kebersihan, hadiah uang tunai bagi pelapor pelanggar turut menjadi motivasi tambahan bagi warga untuk berpartisipasi aktif.

Di sejumlah kawasan yang selama ini kerap mengalami permasalahan penumpukan sampah, seperti Batuaji dan Sagulung, perubahan mulai terlihat. Dalam beberapa hari terakhir, volume sampah yang menumpuk di pinggir jalan berangsur berkurang. Warga lebih waspada dan siap menegur siapa saja yang kedapatan membuang sampah sembarangan.

“Bagus juga, sayembara Pak Wali Kota. Semua warga sekarang memantau, sehingga mengurangi niat orang untuk membuang sampah di pinggir jalan. Sebelumnya, siapa saja bebas melemparkan sampah dari atas kendaraan. Sekarang jangan coba-coba, karena banyak yang mengawasi,” ujar Hamid, warga Sei Binti, Sagulung, Kamis (20/3).

Kendati demikian, sisa-sisa tumpukan sampah di pinggir jalan masih ditemukan. Namun, jumlahnya mulai berkurang seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat serta kerja keras armada pengangkut sampah dalam membersihkan lokasi-lokasi rawan pembuangan sampah ilegal.

Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan bukan hanya dipicu oleh hadiah sayembara, tetapi juga oleh dampak negatif sampah terhadap kesehatan dan estetika kota. Sampah yang menumpuk di pinggir jalan tidak hanya mencemari lingkungan tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.

“Kalau saya pribadi turut mengawasi karena memang bermasalah dengan penumpukan sampah ini. Tidak bagus buat lingkungan dan juga kesehatan. Ini tanggung jawab kita bersama. Saya akan tegur dan larang kalau ada yang buang sampah sembarangan,” kata Hendrik, warga Sei Lekop, Sagulung.

Lurah Sei Binti, Jamil, juga mengakui bahwa masalah sampah di wilayahnya kini perlahan mulai teratasi. Beberapa titik penumpukan sampah di pinggir jalan telah dibersihkan. Ia berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat, sehingga kebiasaan membuang sampah di tempat yang benar dapat kembali diterapkan.

“Armada dan petugas kebersihan masih terus bekerja. Kami mohon dukungan dari masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan,” ujar Jamil.

Sebelumnya, Camat Sagulung, M. Hafiz Rozie, menegaskan bahwa armada pengangkut sampah akan rutin mengangkut sampah dari permukiman warga. Dengan sistem ini, masyarakat diharapkan tidak lagi memiliki alasan untuk membuang sampah di pinggir jalan, sungai, atau drainase.

“Kami mengimbau warga untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, seperti tong sampah di depan rumah. Petugas kebersihan akan mengangkutnya secara rutin,” kata Hafiz Rozie.

Dengan meningkatnya pengawasan dari masyarakat serta dukungan dari pemerintah, diharapkan Kota Batam bisa menjadi lebih bersih dan bebas dari permasalahan sampah. Sayembara ini tidak hanya menciptakan efek jera bagi pelaku, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara

Update