Senin, 16 Februari 2026

Segera Angkat Guru Honorer Sekolah Jadi Guru Honorer Daerah

Sebulan Hanya Rp 1,2 Juta, Gaji Guru Honorer Sekolah di Kepri Jauh dari Layak

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

Meski keberadaan guru sangat sentral perannya untuk pembangunan SDM suatu daerah, namun keberadaannya sampai saat ini masih minim perhatian oleh pemerintah daerah maupun pusat.

Seperti yang didapati oleh anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepri Sirajudin Nur, saat kunjungan kerjanya ke SMAN 1 Kundur, Karimun, Jumat (6/10).


Kedatangan politisi PKB yang sudah dua periode berturut-turut ini duduk di DPRD Kepri ke SMAN 1 Kundur ini langsung diberondong sejumlah keluhan dan curhatan oleh sejumlah guru di SMAN 1 Kundur.

Curhatan yang dimaksud seperti minimnya alat penunjang pembelajaran bagi siswa, dan besaran gaji komite yang kurang layak karena keterbatasan anggaran.

“Yang lebih miris lagi, saya mendapati standar gaji guru honorer, nilainya sangat minim sekali. Bahkan untuk mencukupi kebutuhan diri sendiri aja, saya rasa tak akan mencukupi, perbulannya guru honorer hanya digaji Rp 1,2 juta saja yang dibayarkan dari uang SPP siswa. Ini yang harus segera diperhatikan,” ujar calon anggota DPD RI tahun 2024 mendatang ini.

Atas temuan yang sangat miris terkait pendapatan atau gaji guru honorer yang sangat minim sekali itulah, politisi kelahiran 11 Juni 1973 ini meminta kepada Gubernur Kepri, segera mengangkat guru-guru honorer sekolah menjadi guru honor daerah yang pembiayaannya berasal dari APBD Provinsi Kepri.

Foto: TIM SIRAJUDIN NUR
ANGGOTA Komisi IV DPRD Kepri Sirajudin Nur (paling kanan) saat melakukan kunjungan kerja di SMAN 1 Kundur, Karimun, Jumat (6/10)

“Saya kira ini soal bagaimana komitmen kepala daerah terhadap dunia pendidikan di daerahnya. Jika memang peduli dengan kualitas pendidikan generasi penerus bangsa, tentu soal keterbatasan alat pembelajaran, rendahnya gaji guru honorer sekolah di Kepri ini, tentunya bisa diatasi,” terangnya.

Tak hanya di Karimun saja. Pada kunjungan kerjanya ke beberapa daerah di Provinsi Kepri, Sirajudin Nur, menegaskan tingkat kesenjangan kualitas pendidikan di Provinsi Kepri ini masih sangat tinggi, baik itu soal rasio jumlah guru, sarana dan prasarana,
termasuk fasilitas penunjang pembelajarannya.

“Persoalan pendidikan kita di Kepri ini masih berkutat pada persoalan kesenjangan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Sejumlah sekolah yang ada di pulau-pulau (hinterland) di Kepri, faktanya masih tertinggal jauh kualitas dan kuantitas sarana dan prasarananya
dibandingkan yang ada di perkotaan (mainland),” tegasnya.

Sedangkan terkait proses pembelajaran, serta kondisi sarana dan prasarana sekolah di SMAN 1 Kundur yang masih minim, Sirajudin Nur akan menyampaikan langsung serta menindaklanjutinya ke Pemrov Kepri melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, agar segera dianggarkan untuk pengadaan alat penunjang pembelajaran di APBD 2024 mendatang.

Di akhir kunjungannya, Sirajudin Nur berpesan kepada para guru SMAN 1 Kundur, agar bersungguh-sungguh memperhatikan perkembangan pendidikan siswanya, dan juga mengaktifkan lagi kegiatan kerohanian di sekolah.

“Karena hasil dari pendidikan, sesungguhnya tak hanya persoalan nilai akademik saja, tapi juga soal akhlak, adab, etika, dan budi pekerti. Itu juga yang sangat penting untuk diajarkan ke anak didik. Ingat, guru juga harus mampu berinovasi dalam memberikan materi pembelajaran ke siswanya, agar perkembangan ilmu pendidikan ke siswa, endingnya bisa maksimal dan membanggakan,” terangnya mengakhiri.

Kedatangannya Sirajudin Nur sendiri, langsung disambut oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Kundur, Drs Zurkani, beserta segenap majelis guru. (adv/*)

Update