Rabu, 21 Januari 2026

Selamat dari Kobaran Api, Korban Kebakaran Kapal di Kawasan PT ASL: Tiba-Tiba Saja Api Sudah Besar

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos-Alatas Silaban, salah satu pekerja kapal di galangan PT ASL Shipyard Tanjunguncang, menjadi satu dari sedikit korban yang selamat dari kebakaran hebat di kapal pengangkut minyak kelapa sawit, Vederal II, Selasa (24/6/2025) sore.

Keluarga korban kebakaran kapal di Galangan Kapal PT ASL Tanjunguncang berdatangan ke RS Graha Hermine usai mendengar kabar kejadian. f. eusebius

Dalam kondisi lemah, Alatas yang mengenakan seragam kerja biru masih terbaring di ruang perawatan Rumah Sakit Mutiara Aini, Batuaji, dengan luka di bagian telinga kirinya.

Kepada wartawan, Alatas mengaku tak mendengar suara ledakan apa pun sebelum api tiba-tiba menyebar cepat di dalam kapal.

“Yang saya lihat api sudah menyebar. Kalau yang meledak saya nggak dengar. Tiba-tiba saja api udah besar,” katanya lirih. Saat kejadian, sekitar pukul 14.30 WIB, ia dan rekan-rekannya tengah melakukan pemotongan plat besi di dalam kapal.

BACA JUGA: Ledakan Kapal Federal II di Galangan PT ASL, FSPMI Sorot Penerapan K3

Alatas mengungkapkan, sebelum insiden, ia berada di lantai bawah bersama rekannya Gunawan, sementara pekerja lain seperti Gulo dan Upik bertugas di tingkat berbeda. “Kami udah bagi tugas masing-masing. Ada lima orang waktu itu. Beberapa juga sempat ke atas ambil air minum,” katanya.

Ketika api mulai membesar, asap tebal memenuhi ruangan. Beruntung, Alatas yang sudah hafal dengan struktur dalam kapal berhasil mencari jalan keluar meski sempat terhantam tangga hingga kaki kanannya memar. “Saya paksa keluar walau kaki sakit. Kalau lambat sedikit mungkin nggak bisa selamat,” katanya.

Namun tidak semua rekannya seberuntung dirinya. Saat berhasil keluar, Alatas belum mengetahui nasib Upik, Gulo, dan Januarius yang masih berada di dalam kapal saat api berkobar. Dengan pandangan kosong, ia kembali menyentuh luka di telinganya, mengenang detik-detik yang nyaris merenggut nyawanya. Di lantai, sepasang sepatu boot kerjanya masih tergeletak, menjadi saksi bisu tragedi yang nyaris fatal itu. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update