
batampos – Proses seleksi penerimaan calon anggota Polri tahun 2025 di wilayah Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) masih berlangsung dan kini telah memasuki tahapan tes akademik berbasis Computer Assisted Test (CAT).
Tes ini menjadi salah satu dari sembilan rangkaian tahapan seleksi yang harus dilalui para peserta sebelum dinyatakan lulus dan diterima sebagai calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, maupun Tamtama.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Kepri, Kombes Pol Taovik Ibnu Subarka, menyatakan bahwa tahapan seleksi yang berlangsung saat ini menunjukkan antusiasme dan semangat tinggi dari para peserta. Ia menjelaskan bahwa tes akademik merupakan tahapan keempat dalam proses seleksi, setelah sebelumnya para peserta menjalani seleksi administrasi awal, pemeriksaan kesehatan tahap pertama, dan tes psikologi tahap pertama.
“Proses seleksi saat ini sudah masuk pada tahapan tes akademik, yang dilakukan dengan sistem CAT. Seleksi berjalan secara transparan dan akuntabel, sesuai prinsip ‘Betah’—Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis,” ujar Taovik.
Sementara itu, Kepala Bagian Dalpers Biro SDM Polda Kepri, AKBP Riky Iswoyo mengatakan peserta yang masih bertahan dalam proses seleksi terdiri atas 63 orang calon Taruna Akpol, 870 orang calon Bintara, dan 12 orang calon Tamtama.
“Jumlah ini merupakan hasil seleksi ketat dari ribuan pendaftar awal yang mengikuti proses sejak tahap pertama,” katanya.
Menurut AKBP Riky, seleksi akan berlangsung hingga akhir Juni 2025, dengan masih banyak tahapan yang harus dilalui oleh para peserta. Setelah tes akademik, mereka akan menghadapi tes kesamaptaan jasmani, pemeriksaan kesehatan tahap kedua, tes psikologi tahap kedua, penelusuran mental dan kepribadian (PMK), pemeriksaan administrasi akhir, serta supervisi langsung dari tim Mabes Polri.
“Proses seleksi masih panjang. Setiap tahapan sangat menentukan. Kami ingin memastikan bahwa hanya calon-calon terbaik yang lolos untuk menjadi anggota Polri,” ujar Riky.
Dalam pelaksanaan tes akademik, sistem CAT memungkinkan hasil seleksi dapat terlihat secara langsung, sehingga meminimalisasi potensi kecurangan. Setiap peserta mengerjakan soal ujian di komputer dan nilainya langsung terekam dalam sistem. Hal ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan proses seleksi yang bersih dan transparan.
Disinggung mengenai kuota, dijelaskan Riky belum ada keputusan resmi mengenai kuota kelulusan untuk wilayah Polda Kepri. Kuota tersebut akan ditentukan langsung oleh Mabes Polri pada saat sidang kelulusan nasional, yang dijadwalkan berlangsung setelah seluruh tahapan seleksi di daerah selesai.
“Untuk kuota ditentukan oleh mabes polri pasa saat sidang kelulusan,” tegasnya. (*)
Reporter: Yashinta



