Selasa, 20 Januari 2026

Seleksi PPPK Dibuka Oktober Ini

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, melihat para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II di Lingkungan Pemko Batam saat menandatangani berkas perjanjian kerja beberapa waktu lalu. Foto: Diskominfo Kota Batam

batampos – Seleksi Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru akan digelar di Oktober ini.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan, mengatakan, usai pertemuan dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan RISTEK, pemerintah daerah diminta membentuk tim Pansel, guna membantu kelancaran seleksi untuk PPPK di Batam.

“Segera kami bentuk, kalau informasi terakhir rencananya ujian akan diselenggarakan bulan ini. Jadi kami lagi rapatkan seperti apa teknis pelaksanaan nanti,” kata dia, Minggu (9/10/2022).

Hendri menjelaskan, untuk peserta seleksi merupakan tenaga honorer yang ada di lingkungan Pemko Batam, tenaga pengajar di sekolah swasta, mereka yang merupakan sarjana pendidikan dan sudah memiliki sertifikat pendidik.

“Untuk tenaga honorer aktif harus sudah terdaftar di Dapodik tentunya. Perekrutan bulan ini dibuka lebih luas jangkauannya. Bahkan fresh graduate pun boleh ikut, yang penting memenuni syarat yang sudah ditentukan oleh Kemendikbud,” ujarnya.

Ia mencatat untuk tenaga honorer yang sekarang bertugas sebagai tenaga pengajar terdapat 1.004 yang berkesempatan ikut seleksi. Kesempatan ini bisa menjadi peluang bagi honorer untuk menjadi ASN.

“Kami mendorong tentunya, agar semua tenaga honorer guru di lingkungan Disdik bisa lolos seleksi. Begitu juga dengan guru di sekolah swasta lainnya, bahkan yang baru lulus pun kami doakan bisa lolos seleksi. Kesempatan ini merupakan upaya Kemendikbud dalam meningkatkan kualitas, dan jenjang karir guru honorer,” terangnya.

Setelah lolos PPPK status mereka akan berubah menjadi ASN. Tentu dibandingkan tenaga honorer, akan berbeda dari segi pendapatan, dan lainnya. Sebab mereka mendapatkan tunjangan dan gaji yang sama dengan guru yang lolos melalui jalur CPNS sebelumnya.

“Meskipun ada kontrak selama lima tahun, tapi tetap kami ingin kuota yang diberikan pusat terisi semua. Untuk itu, saya minta kepada mereka yang sudah mendaftar untuk ikut seleksi belajar, dan persiapkan diri,” imbaunya.

Meskipun mereka sudah mengajar lebih dari 10 tahun, bahkan masih ada yang gagal dalam mengikuti seleksi. Hendri mengungkapkan untuk soal dan lainnya disiapkan oleh Kemendikbud.

Pengalaman mengajar ternyata tidak membuat peserta bisa lolos 100 persen. Hal itu artinya, harus ada yang dipelajari kembali. Pelaksanaan ujian akan digelar dengan sistem komputerisasi.

“Pusat menyerahkan sepenuhnya kepada daerah untuk tempat pelaksanaan. Kalau sebelumnya, kami meminta bantuan kepada SMAN 1, dan SMAN 3 untuk dipinjamkan tempat. Untuk tahun ini kami masih mencari. Dalam waktu dekat ini akan segera kami bahas bersama tim Pansel,” tutup Hendri.(*)

Reporter: Yulitavia

Update