Rabu, 14 Januari 2026

Seluruh Jenazah Korban Ledakan Kapal Federal II Dievakuasi ke RS Bhayangkara

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Seluruh jenazah korban ledakan MT Federal II dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri. F. Eusebius Sara/Batam Pos.

batampos – Seluruh jenazah korban meninggal dalam tragedi ledakan kapal MT Federal II di galangan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (15/10) dini hari, telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri.

Langkah ini dilakukan untuk kepentingan penyelidikan lanjutan dan memastikan identitas para korban secara akurat.

Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, membenarkan bahwa seluruh korban meninggal dunia kini berada di RS Bhayangkara untuk keperluan pemeriksaan forensik.

“Semua korban meninggal sudah kami bawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Proses identifikasi dan penyelidikan masih berlangsung,” ujar Bimo, Rabu siang.

Ia menambahkan, tim gabungan dari Polsek Batuaji dan Satreskrim Polresta Barelang masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi galangan.

“Hingga kini situasi di galangan masih kami amankan. Petugas masih melakukan penyelidikan dan olah TKP guna memastikan penyebab pasti ledakan,” jelasnya.

Bimo menegaskan, area sekitar kapal Federal II untuk sementara ditutup demi alasan keamanan dan mencegah masuknya pihak yang tidak berkepentingan.

Dari pantauan di lokasi, suasana galangan PT ASL masih dipenuhi aparat kepolisian dan petugas keamanan internal perusahaan. Garis polisi membentang di sekitar area kapal yang terbakar. Sejumlah pekerja terlihat menonton dari kejauhan, menunggu informasi lanjutan dari pihak perusahaan.

Sementara itu, aktivitas di proyek kapal lain di galangan tersebut berjalan terbatas. Pihak manajemen PT ASL disebut tengah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memastikan aspek keselamatan kerja sebelum aktivitas penuh kembali dilanjutkan.

Tragedi yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB itu menelan korban jiwa dan luka-luka. Ledakan diduga berasal dari tangki bawah kapal yang masih mengandung sisa minyak, hingga memicu kebakaran hebat dan suara dentuman keras yang terdengar hingga luar kawasan galangan.

Polisi menegaskan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh. “Kami akan pastikan penyebabnya terungkap. Jika ditemukan unsur kelalaian, tentu akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Bimo.

Reporter: Eusebius Sara 

Update