batampos– Sepanjang enam bulan pertama tahun 2025, sebanyak 68 kasus kebakaran terjadi di berbagai wilayah di Kota Batam. Jumlah tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), yang terus mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah cuaca panas dan potensi kelalaian dalam aktivitas sehari-hari.
Dari data resmi DPKP Kota Batam, periode Februari 2025 tercatat sebagai bulan dengan insiden kebakaran tertinggi, yakni mencapai 30 kejadian hanya dalam waktu satu bulan. Kebakaran tersebut sebagian besar terjadi pada lahan kering dan semak belukar, serta permukiman padat penduduk.
“Kami melihat lonjakan signifikan kasus kebakaran di bulan Februari. Didominasi kebakaran semak belukar, disusul permukiman dan bangunan umum,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batam, Azman, Senin (28/7).
BACA JUGA: Cuaca Panas dan Kering, Damkar Batam Imbau Waspadai Ancaman Kebakaran
Secara rinci, jumlah kejadian kebakaran per bulan sepanjang semester pertama 2025 adalah sebagai berikut, Januari 14 kasus, Februari 30 kasus, Maret 8 kasus, April 3 kasus, Mei 3 kasus serta di bulan Juni sebanyak 10 kasus.
Berdasarkan jenisnya, kebakaran kategori lain-lain menempati urutan tertinggi dengan 22 kasus. Kategori ini meliputi kebakaran akibat korsleting listrik, dapur rumah tangga, hingga aktivitas lalai lainnya. Disusul kebakaran semak belukar sebanyak 15 kasus, serta permukiman dan bangunan umum masing-masing 13 kasus.
Sementara itu, kebakaran di sektor industri tercatat hanya dua kejadian, dan kebakaran yang melibatkan kendaraan atau kapal sebanyak tiga kejadian.
Azman menegaskan bahwa sebagian besar kebakaran rumah tinggal dipicu oleh korsleting listrik. Sementara kebakaran lahan dan semak belukar sering kali disebabkan oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan, serta aktivitas pembakaran sampah yang tidak diawasi dengan baik, terutama saat cuaca panas dan angin kencang.
“Masyarakat tidak boleh menganggap remeh api kecil. Jika merembet dan tertiup angin, bisa menyebar dengan sangat cepat. Terutama di kawasan padat dan lahan kering,” ujar Azman.
Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan peralatan listrik berstandar SNI, serta pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik di rumah. Menurutnya, kebanyakan kebakaran akibat korsleting terjadi karena sambungan kabel atau peralatan yang tidak sesuai standar keselamatan.
Mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran, Damkar Batam merilis imbauan resmi kepada seluruh masyarakat, khususnya di kawasan permukiman padat dan wilayah rawan kebakaran.
Imbauan tersebut mencakup lima poin utama yakni waspadai sumber api dan panas dimana jangan meniggalkan kompor, setrika, atau alat pemanas dalam keadaan menyala tanpa pengawasan. Periksa instalasi listrik secara berkala. Matikan alat listrik setelah digunakan, dimana pastikan lampu, kompor, dan peralatan lainnya dimatikan saat tidak digunakan.
Hindari membakar sampah di siang hari, terutama saat cuaca panas dan berangin, api sangat mudah menyebar serta jauhkan sumber api dari jangkauan anak-anak, termasuk korek api, lilin, dan benda panas lainnya.
“Banyak kebakaran sebenarnya bisa dicegah jika masyarakat lebih berhati-hati. Kami terus mengedukasi warga agar selalu waspada,” katanya. (*)
Reporter: Rengga



