Minggu, 22 Februari 2026

Seminar PT Tese Manufacturing Indonesia 

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Narasumber dan pihak PT Tese Manufacturing Indonesia foto bersama dalam seminar bertajuk Together To Transform di Grand Ballroom Pasific Palace Hotel, Jumat (23/6) sore. F Cecep/ Batam Pos.

batampos – PT Tese Manufacturing Indonesia mengadakan seminar bertajuk Together To Transform di Grand Ballroom Pacific Palace Hotel, Jumat (23/6) sore. Kegiatan ini dihadiri sejumlah narasumber dan staff perusahaan.

Adapun narasumber yang hadir, Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid, Technical Advisor 14.0 Ministry of Industry Indonesia, Fadli Hamsani, Vice President Telemecanique Sensors, Didier Baron, dan perwakilan BP Batam. Sedangkan dari pihak perusahaan dihadiri Direktur PT Tese Manufacturing Indonesia, Yosi Marlinda, serta HR Manager, Muhammad Zikra.

HR Manager PT Tese Manufacturing Indonesia, Muhammad Zikra mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan para staf perusahaan tentang basic digital transformation.


“Dengan seminar ini nanti para karyawan dapat pencerahan dari pakar-pakarnya,” ujar Zikra di lokasi.

Ia menjelaskan kegiatan ini merupakan acara perdana, yang digelar oleh pihak perusahaan. Dimana, perusahaan ini sebelumnya yakni PT Schneider Electrik Manufacturing Batam.

“Perusahaan kami baru berubah. Namun sampai 31 oktober masih satu payung grup dengan Schneider, belum lepas total,” katanya.

HR Manager PT Tese Manufacturing Indonesia , Muhammad Zikra. F Cecep/ Batam Pos.

Ia menjelaskan PT Tese Manufacturing Indonesia merupakan perusahaan di Batam khusus bergerak di bisnis group sensor. Bisnis ini dibeli investor asal Taiwan, yakni Yageo Corporation.

“Perusahaan Yageo ini tidak membeli semua saham. Hanya khusus bisnis sensor. Semuanya tetap sama, dari orang, mesin, dan brandnya sama, yaitu telemecanique sensors,” ungkapnya.

Selain seminar, pada malam harinya, acara juga dilanjutkan dengan Dinner and Dance (D&D) untuk para karyawan. Total ada 700 karyawan dan tamu undangan yang hadir.

“Kita memberikan kesempatan karyawan untuk unjuk seni, nyanyi, band, dan itu dinilai. Tujuannya membuat karyawan betah, nyaman selama bekerja,” kata Zikra.

Sementara Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid menyambut baik hadirnya perusahaan baru ini di Batam. Menurut dia, kedatangan investor baru ini akan mengurangi angka pengangguran di Batam. 

“Kegiatan ini yang kita harapkan setiap saat ada investasi baru. Perusahaan baru masuk menambah tenaga kerja, berdampak penurunan pengangguran,” katanya.

Menurut Rafki, setelah pandemi, pertumbuhan ekonomi dan kondisi Batam semakin membaik. Namun, ia mengkhawatirkan pada triwulan III sudah terjadi resesi di Negara Eropa.

“Ini berimbas ke kita. Karena Batam 90 persen ekspor, akan terjadi penurunan produk kita. Ujungnya nanti pengurangan produksi, dan terjadi kekurangan pekerja,” tutupnya.

Reporter: YOFI YUHENDRI

 

SALAM RAMADAN