Sabtu, 10 Januari 2026

Sempat Kabur ke Jambi, Ini Tampang Pelaku Penikaman di Tanjunguncang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pelaku penikaman (duduk) usai ditangkap polisi di Jambi. f. eusebius

batampos— Unit Reskrim Polsek Batuaji berhasil mengamankan pelaku penikaman berinisial DS (25) yang terjadi di kawasan Perumahan Yose Sade Indah, Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, pada Sabtu (4/10) malam.

Korban dalam peristiwa ini, Rudi (31), mengalami luka tusuk cukup parah dan dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di RSUD Embung Fatimah Batam.

Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, membenarkan penangkapan pelaku tersebut. Ia menyebut, DS sempat kabur dari Batam menggunakan kapal roro menuju Jambi setelah melakukan aksi penikaman terhadap korban. “Pelaku berhasil diamankan di wilayah Kuala Tungkal, Jambi, pada Minggu (5/10) sore setelah dilakukan pengejaran lintas daerah,” ujarnya, Rabu (8/10).

Menurut keterangan polisi, pelaku DS sempat melakukan perlawanan saat akan diamankan oleh petugas di lokasi persembunyiannya. Karena aksinya membahayakan, petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur hingga mengenai kedua betis pelaku. Setelah itu, DS langsung dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan sebelum diterbangkan kembali ke Batam.

BACA JUGA: Motif Asmara, Pemuda Bengkong Nekad Tabrak dan Tikam Suami Temannya

Kini pelaku telah diamankan di Polsek Batuaji untuk proses hukum lebih lanjut. Saat ditemui di ruang tahanan, DS terlihat meringis kesakitan, terutama di bagian kaki yang terkena tembakan petugas. “Sakitnya masih terasa, dua betis kena,” ucap DS dengan suara lirih.

Selain luka tembak di kaki, DS juga tampak memiliki luka di tiga jari tangan kanannya. Ketika ditanya mengenai asal luka tersebut, ia mengaku luka itu didapat saat perkelahian dengan korban. “Ini dijahit, kata dokter harusnya dioperasi tapi enggak,” ujarnya singkat sambil memperlihatkan jarinya yang masih terbalut perban.

Polisi hingga kini masih mendalami motif penikaman tersebut. Dugaan sementara, aksi itu dipicu oleh perselisihan pribadi antara pelaku dan korban yang telah berlangsung beberapa waktu sebelum kejadian. Namun, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan terhadap DS untuk memastikan latar belakang peristiwa berdarah tersebut.

Sementara itu, jenazah korban Rudi telah dimakamkan oleh pihak keluarga di Batam pada Minggu (5/10) siang.

Kapolsek Batuaji menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk menindak tegas setiap tindak kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. “Tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan yang mencoba melarikan diri. Kami akan kejar sampai dapat,” tegas AKP Raden Bimo Dwi Lambang. (*)

Reporter: Eusebius Sara

 

Update