Sabtu, 10 Januari 2026

Sepanjang Tahun 2025, Hipertensi dan ISPA Dominasi Kasus Penyakit di Batam 

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi.

batampos- Penyakit hipertensi dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi kasus terbanyak yang diderita masyarakat Batam sepanjang Januari-Februari 2025. Berdasarkan laporan harian penyakit yang dihimpun dari berbagai fasilitas kesehatan, hipertensi tercatat sebagai penyakit dengan jumlah kasus tertinggi, mencapai 4.667 pasien. Selain itu, ISPA dalam berbagai kategori juga menunjukkan angka yang tinggi dengan ribuan kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengungkapkan bahwa tingginya angka hipertensi di Batam dipengaruhi oleh pola hidup yang kurang sehat, termasuk pola makan tinggi garam, kurangnya aktivitas fisik, serta tingkat stres yang tinggi.

BACA JUGA: Program Cek Kesehatan Gratis di Batam Capai 681 Pemeriksaan, Fokus pada Deteksi Dini Penyakit

“Hipertensi ini sering disebut sebagai silent killer karena banyak penderita yang tidak menyadari kondisi mereka hingga terjadi komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, mengurangi konsumsi garam, serta rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah di fasilitas kesehatan,” ujar Didi Kusmarjadi, Senin (3/3).

Selain hipertensi, penyakit ISPA juga menjadi salah satu yang paling banyak ditemukan di Batam. Kasus infeksi saluran pernapasan akut dengan tercatat sebanyak 1.834 kasus, sedangkan infeksi saluran pernapasan akut yang tidak spesifik mencapai 1.242 kasus. Didi Kusmarjadi menjelaskan bahwa faktor cuaca dan kualitas udara turut berkontribusi terhadap tingginya kasus ISPA.

“Musim pancaroba serta tingkat polusi udara di beberapa titik di Batam menjadi faktor utama meningkatnya kasus ISPA. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat berada di luar rumah, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Selain itu, konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan menjaga kebersihan diri dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh,” tambahnya.

Sementara itu, penyakit lain yang juga banyak ditemukan sepanjang tahun ini adalah dispepsia atau gangguan pencernaan yakni sebanyak 2.992 kasus. Diare akibat infeksi 1.217 kasus, serta HIV/AIDS 790 kasus. Kasus myalgia atau nyeri otot juga cukup tinggi dengan jumlah 747 kasus.

Menurut Didi Kusmarjadi, Pemko Batam terus berupaya menekan angka penyakit ini dengan berbagai program pencegahan dan edukasi kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya adalah program deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) melalui Posbindu di setiap kelurahan.

Selain itu, program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak-anak dan ibu hamil juga terus digencarkan untuk mengurangi angka kasus gizi buruk yang dapat berdampak pada daya tahan tubuh.

“Kami terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia, baik di puskesmas maupun rumah sakit. Pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu mendeteksi penyakit lebih awal sehingga bisa ditangani sebelum berkembang menjadi lebih serius,” tutupnya.

Dengan tingginya angka kasus penyakit di Batam, Dinas Kesehatan Kota Batam mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga. Gaya hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, serta menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama dalam mencegah berbagai penyakit. (*)

Reporter: Rengga

Update