
batampos – Musibah kebakaran sering terjadi di Pulau Buluh. Setiap kali kebakaran banyak rumah dan harta benda warga yang hangus terbakar. Upaya pemadaman belum berjalan maksimal karena minimnya peralatan ataupun perlengkapan pemadam kebakaran di sana.
Kebakaran yang menghanguskan sembilan rumah dan menewaskan seorang wanita lansia, Rabu (20/7) lalu, jadi perhatian semua pihak. Pemerintah Kota Batam yang merespon musibah kebakaran tersebut tidak saja mengucurkan anggaran untuk penanganan musibah kebakaran tapi juga mulai memikirkan solusi atau upaya untuk mencegah kejadian serupa di masa yang akan datang.
Baca Juga: Si Jago Merah Hanguskan 9 Rumah di Pulau Buluh, Ini Fotonya
Wali kota Batam Muhammad Rudi, yang menyambangi langsung lokasi kebakaran berencana akan menyediakan pompa pemadam portabel di pulau tersebut. Pompa ini nantinya akan disiagakan di sana untuk memudahkan warga memadamkan api jika terjadi kebakaran.
“Itu usulan dari warga dan sudah dijawab oleh pak Wali kemarin. Nanti akan ada pompa portable yang disiagakan di sana. Teknisnya nanti sama pak Kadis Pemadaman Kebakaran,” ujar Camat Bulang M. Ramadhan Zuhri.
Selama ini, sebut Ramadhan, masyarakat di sana belum ada perlengkapan pemadam serupa. Musibah kebakaran terakhir ini, pemadaman dilakukan oleh kapal-kapal yang kebetulan melintas di sekitar pulau.
Untuk itu Ramadhan memandang penambahan fasilitas untuk pemadaman api kebakaran di pulau-pulau sangat diperlukan untuk mencegah terjadi kebakaran hebat seperti yang dialami sembilan rumah di Pulau Buluh tersebut.
Baca Juga: Polda Kepri Kembali Ringkus Dua Pelaku Pengiriman PMI ke Singapura
Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran Kota Batam Azman saat dikonfirmasi mengaku sedang mengkaji situasi dan keadaan di Pulau Buluh untuk menentukan alat atau pompa yang tepat nantinya.
“Iya kemarin saya ada di sana. Pak Wali memang instruksi untuk segera sediakan pompa. Kami lagi kaji untuk jenis pompa yang tepat. Akan secepatnya disediakan,” ujar Azman.
Sementara untuk penanganan korban kebakaran, Pemko Batam telah membuka posko penanganan musibah kebakaran di lokasi kebakaran.
Seperti yang diutarakan oleh Wali Kota Batam Muhammad Rudi sebelumnya bahwa Pemko Batam akan mengucurkan anggaran penanganan dan perbaikan rumah warga yang terbakar. Total ada sepuluh rumah yang terbakar dengan perincian sembilan unit rusak berat dan satu rumah rusak ringan. Sepuluh rumah ini dihuni oleh 13 kepala keluarga dengan jumlah anggota keluarga semuanya sebanyak 33 orang.
“Dinsos nanti yang atur itu semua. Lagi dalam proses pendataan dan perlengkapan berkas. Untuk bantuan dari masyarakat juga sudah banyak. Ada posko di sana dan bantuan terus mengalir sampai siang ini,” ujar Camat Bulang Ramadhan. (*)
Reporter: Eusebius Sara



