Selasa, 6 Januari 2026

Siapkan Pelatihan Kerja 2025 di Kepri, Disnaker Fokus Tingkatkan Keterampilan Tenaga Ahli Lokal

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kepri, Mangara M Simarmata. (F.Antara

batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) menyiapkan program pelatihan kerja untuk tahun 2025.

Kepala Disnaker Provinsi Kepri, Mangara Simamarta, mengungkapkan bahwa pelatihan ini akan difokuskan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersebar di Tanjungpinang dan Karimun.

“Kita memiliki BLK di Tanjungpinang dan Karimun yang akan menjadi pusat pelatihan. Program ini akan dilaksanakan sesuai anggaran yang telah disiapkan,” ujar Mangara, Jumat (6/12).

Pelatihan ini akan berfokus pada peningkatan keterampilan di sektor-sektor strategis, seperti tenaga ahli pengelasan (welder) dan industri pariwisata.

Baca Juga: Disnaker Kepri Rampungkan Rekomendasi UMP 2025, Angka Final Menunggu Gubernur

Mangara menyebutkan program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di berbagai perusahaan yang beroperasi di Kepri.

“Kami terus berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan untuk mengetahui kebutuhan mereka. Harapannya, calon pekerja yang dilatih dapat langsung terserap di perusahaan lokal,” tambahnya.

Salah satu BLK unggulan di Kepri adalah BLK Kabil di Nongsa, Batam, yang dikelola langsung oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

BLK ini telah beroperasi sejak diresmikan oleh Menteri Ketenagakerjaan dan memiliki fasilitas yang lebih lengkap untuk mendukung pelatihan tenaga kerja.

Sejumlah perusahaan, seperti PT Philips, PT BAE, dan beberapa perusahaan lainnya di Tanjung Pinang, Batam, dan Bintan, telah bekerja sama dengan Disnaker.

Mereka menerima tenaga kerja yang telah dilatih oleh BLK Kepri.

Baca Juga: 89.767 Pendatang Masuk Batam Sepanjang 2024, Didominasi Usia Produktif

Meski demikian, Mangara mengakui bahwa rincian anggaran pelatihan belum bisa dipastikan. Namun, ia memastikan bahwa semua pelatihan akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan provinsi.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau. (*)

 

 

Reporter: Azis Maulana

Update