Selasa, 20 Januari 2026

Siapkan SDM Terampil, Uba Desak Gubkepri Bangun SMK di Batuampar dan Bengkong

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Uba Ingan Sigalingging

batampos-Legislator Komisi IV DPRD Provinsi Kepri, Uba Ingan Sigalingging mendesak Gubernur Kepri, Ansar Ahmad untuk membangun Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Batu Ampar dan Bengkong. Menurutnya, kehadiran sekolah kejuruan tersebut akan menyediakan tenaga kerja yang terampil sesuai dengan lingkungan disana.

“Gagasan pembangunan SMK di Batu Ampar dan Bengkong ini adalah hasil reses saya ditengah-tengah masyarakat selama empat tahun ini,” ujar Uba Ingan Sigalingging, Sabtu (11/11) lalu.

Politisi Partai Hanura Provinsi Kepri ini menegaskan, bukan tanpa alasan pihaknya mendesak Pemprov Kepri melalui Gubernur Kepri, Ansar Ahmad untuk segera mewujudkan pembangunan infrastruktur di bidang pendidikan tersebut. Pertama, Batu Ampar adalah kawasan industri yang dihuni banyak perusahaan-perusahan besar, seperti Mc Dermott dan perusahaan besar lainnya.

“Kawasan Industri Batu Ampar adalah merupakan wilayah perusahaan yang bergerak di bidang oil adn gas, manufaktur, mesin, offshore, dan bidang lainnya,” jelasnya.

Menurut Uba, konsep pendidikan, khususnya kejuruan harus sejalan dengan kebutuhan industri sekitar. Sehingga ketika mereka selesai sekolah sudah mendapatkan ruang untuk bekerja di wilayah tersebut. Pertimbangan lainnya, kenapa ia terus mendesak pembangunan SMK ini, karena berkaitan dengan resiko keselamatan di jalan.

“Tak terbantahkan, konsentrasi sekolah kejuruan mesin dan sejenisnya adalah di SMK Negeri 1 Batam. Maka dengan model yang sama ini, bisa mengurai penumpukan dan meminimalisir resiko keselamatan di jalan,” tegasnya.

Mantan Aktivits LSM Gerakan Bersama Rakyat (Gebrak) ini juga memaparkan, kenapa wilayah Bengkong layak untuk dibangun SMK. Karena daerah sedang dipersiapkan sebagai kawasan wisata dan jasa. Sehingga, pantas untuk segera dibangun SMK dengan kejuruan pariwisata dan jasa.

“Batam bukan hanya sebagai kota industri, tetapi daerah ini adalah merupakan destinasi wisata baik itu mancanegara maupun nusantara,” jelasnya lebih lanjut.

Disinggung mengenai persoalan lahan yang selama ini diklaim menjadi faktor penghambat? Terkait ini, Uba mengatakan banyak skema yang bisa dilakukan. Ditegaskannya, perusahaan di kawasan industri juga punya tanggugjawab terhadap lingkungan sekitar.

BACA JUGA: SMK Makin Diminati, Disdik Kepri Sesuaikan Jurusan dengan Kebutuhan Perusahaan

“Kita bisa melakukan lobi-lobi atau pendekatan dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki kapasitas lahan yang lebih. Sehingga bisa dialokasikan pembangunan sekolah tersebut,” paparnnya.

Skema lainnya yang bisa diterapkan oleh Pemprov Kepri adalah bekerjasama dengan sekolah swasta yang sudah tutup. Apakah dengan konsep MoU atau membeli sekolah yang sudah tutup tersebut. Kemudian dijadikan sebagai sekolah kejuruan sesuai dengan bidang yang dibutuhkan.

“Jangan sampai persoalan lahan menjadi alibi tidak bisanya dibangun SMK di kawasan Batu Ampar dan Bengkong. Karena saya yakin, perusahaan-perusahaan akan mendukung kebijakan strategis ini,” tegasnya lagi.

Ia juga menambahkan, sekolah yang dibangun di kawasan industri tentu akan terbuka peluang untuk bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan. Sehingga bisa meningkatkan kapasitas siswa dan siswi SMK. Tentu dengan ruang ini, akan menambah pengalaman dan kualitas kemampuan.

“Dari sisi skil lulusan SMK yang langsung terjun ke dunia kerja akan lebih terampil, dibandingkan dengan lulusan kuliah yang belum punya pengamalaman di dunia kerja,” tutupnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyambut baik gagasan yang disampaikan oleh Legislator Komisi IV DPRD Provinsi Kepri. Menurut Gubernur, memang ada wacana pembangunan SMK di wilayah Batu Ampar atau Bengkong. Namun yang jadi kendalanya adalah ketersediaan lahan.

“Kami akan pelajari lagi lebih lanjut terkait saran dan masukan ini. Karena memang Batam adalah kawasan industri dan wisata, tentu harus ada sekolah kejuruan yang menyesuaikan dengan kebutuhan itu,” ujar Gubernur di Batam. (*)

reporter: jailani

Update