Jumat, 27 Maret 2026

Silaturahmi Tokoh Melayu, Komitmen Tingkatkan Pendidikan Anak Tempatan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Datok Amat Tantoso, Kapolresta Barelang Kombes Pol Datok Zainal Arifin bersama sejumlah tokoh Melayu di Kota Batam saat menggelar pertemuan silaturahmi yang dikemas dalam acara ngopi bersama di luar Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam, Senin (19/5). Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Sejumlah tokoh Melayu di Kota Batam menggelar pertemuan silaturahmi yang dikemas dalam acara ngopi bersama di luar Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam, Senin (19/5).

Pertemuan ini menjadi wadah kebersamaan sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis untuk menjaga kondusivitas Batam dan mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) anak tempatan, khususnya masyarakat Melayu.

Datok Amat Tantoso dan Udin Pelor yang menjadi penggagas kegiatan menyebut, pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tapi juga membangun kesadaran bersama akan pentingnya keterlibatan masyarakat Melayu dalam pembangunan daerah.

“Belakangan ini banyak investor yang masuk ke Batam. Maka kita ajak tokoh-tokoh Melayu, organisasi Melayu, untuk duduk bersama, ngopi sambil silaturahmi. Setelah itu kita ajak semua pihak untuk menjaga Batam tetap kondusif, aman, dan nyaman, khususnya bagi para turis dan investor,” kata Datok Amat.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa masyarakat Melayu, khususnya generasi muda, harus siap bersaing dalam dunia kerja yang semakin ketat. Pendidikan menjadi kunci utama untuk membuka peluang yang lebih luas.

“Kita harapkan adik-adik kita orang Melayu tetap memegang pendidikan minimal sampai sarjana. Kalau masih setara SMA, sekarang ini agak susah mencari pekerjaan. Kita siap bertanggung jawab bersama-sama agar anak-anak tempatan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak,” ujarnya.

Komitmen ini, kata dia, sejalan dengan upaya mendukung program pemerintah, termasuk target pertumbuhan ekonomi 8 persen di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.

“Kita siap bantu pemerintah daerah. Kami optimis target pertumbuhan ekonomi 8 persen bisa tercapai jika masyarakat dan tokoh Melayu turut terlibat aktif,” ujarnya.

Datok Amat menambahkan, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti hanya pada pertemuan simbolis, melainkan berlanjut menjadi gerakan nyata yang menjaga dan memberdayakan masyarakat Melayu.

“Kalau bukan kita yang menjaga kampung ini, siapa lagi?,” ucap Datok Amat.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolresta Barelang Kombes Pol Datok Zainal Arifin turut hadir dan memberikan arahan terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban sebagai fondasi utama pembangunan.

“Ini adalah kegiatan silaturahmi Kamtibmas. Disampaikan tadi oleh para tokoh, seperti Datok Amat, Ayah Kita Ketua LAM Sekupang, Tukijan Sarpan dan Datok Rahim Peka, bahwa kualitas SDM putra-putri Melayu harus terus ditingkatkan. Ini tahap awal yang sangat penting agar nantinya mereka bisa bermanfaat bagi pembangunan Batam,” ujar Kapolresta.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam aksi premanisme karena dapat mengganggu masuknya investasi di Batam.

“Mari kita sama-sama menjaga keamanan Batam. Jangan sampai ada aksi premanisme karena itu akan merugikan kita semua. Investor butuh jaminan keamanan,” tegasnya.

Ketua Himpunan Melayu Setokok Bersatu, Syaiful Bahtiar, menyoroti perlunya membuka peluang bagi anak-anak pulau untuk mengisi sektor-sektor strategis, seperti pariwisata dan kelautan.

“Kami menaruh harapan besar agar destinasi wisata di kawasan Jembatan Satu Barelang dikembangkan. Tempat nelayan yang kosong bisa dijadikan kawasan pariwisata. Kita ingin anak-anak tempatan juga berperan menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan itu,” kata Syaiful.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan pendidikan anak-anak pulau.

“Anak-anak pulau jangan lagi hanya lulusan SMA. Harus kita dorong mereka kuliah, agar punya posisi di perusahaan yang berdiri di kampungnya sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Melayu, Abdul Razak, mengajak semua pengusaha dan investor yang masuk ke Batam agar memprioritaskan anak-anak tempatan.

“Ketika ada pembangunan hotel atau lowongan kerja, prioritaskan anak daerah. Jangan biarkan mereka hanya jadi penonton di kampung sendiri. Kita ingin mereka diberi ruang untuk ikut menikmati kemajuan Batam,” ujarnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

UPDATE