Minggu, 5 April 2026

Sirajudin Nur: Skill Anak Muda Batam Harus Dikembangkan secara Serius

spot_img

Berita Terkait

spot_img

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi (PT) di Provinsi Kepulauan Riau sebesar 27,59 persen pada tahun 2021. Angka tersebut di bawah APK PT nasional yang sudah mencapai angka 37 persen lebih. Oleh karena itu, perlu menambah softskill anak muda lulusan SMA sederajat yang tidak mampu melanjutkan kuliah.

 

F. TIM SIRAJUDIN NUR UNTUK BATAM POS
ANGGOTA Komisi IV DPRD Kepri Sirajudin Nur berfoto bersama warga Bengkong Al-Jabar saat temu warga pada kegiatan resesnya, Minggu (26/11).

Hal tersebut diungkapkan oleh anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepri Sirajudin Nur, saat menggelar temu warga saat reses di daerah Bengkong Al-Jabar RW 8, Minggu (26/11).
Menurut calon anggota DPD RI tahun 2024 dapil Provinsi Kepri ini, anak muda di Kepri, khususnya Batam ini membutuhkan pelatihan kerja berbasis kompetensi dengan trainer tersertifikasi dari badan nasional sertifikasi profesi (BNSP).

”Anak-anak di Kepri yang berusia 19-24 tahun, hanya 27 persen lebih yang dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah mereka lulus SMA sederajat. Di tahun 2020, jumlah lulusan SMA di Kepri di luar siswa SMK mencapai 14.383. Dari jumlah tersebut, jika kita ambil persentase hitungan BPS, yang kuliah hanya 3.890 lebih saja. Jika dibandingkan dengan Provinsi Daerah Iswimewa Yogyakarta yang sudah mencapai 74,90 persen lebih, maka APK PT Kepri sangat jauh tertinggal,” ujar politisi PKB yang sudah menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Kepri selama dua periode berturut-turut ini.
Pun demikian dibandingkan dengan Sumatra Barat pun, di Kepri juga tertinggal. Sumatra Barat sudah melebihi 44,25 persen.

Rendahnya APK PT ini akan menjadi persoalan daya saing sumber daya manusia di Kepri guna menghadapi era revolusi 4.0 dan 5.0. ”Pembangunan SDM adalah kunci bagaimana menciptakan sumber daya yang andal di kemudian hari,” terang pria kelahiran 11 Juni 1973 ini.

Selain peningkatan kompetensi dan softskill anak-anak muda di Kepri, Sirajudin juga konsen untuk lulusan SMA yang ingin mengakses perguruan tinggi. Hal ini bertujuan untuk menekan angka pengangguran yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Karena angka pengangguran di Kepri saat ini di dominasi oleh lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.

”Jika 27 persen lebih remaja di Kepri yang mampu menikmati pendidikan tinggi, maka pemerintah daerah tak boleh tinggal diam,” tegasnya.

Sirajudin Nur berkomitmen melakukan intervensi melalui beasiswa sebanyak banyaknya agar anak-anak mampu kuliah maupun melangsungkan kehidupan secara berkualitas.

“Ke depannya saya akan terus memperjuangkan ribuan beasiswa gratis untuk anak tidak mampu yang ingin kuliah, serta menciptakan anak muda yang berkompetensi,” pungkas Sirajudin Nur mengakhiri. (*/adv)

 

Reporter : GALIH ADI SAPUTRO

UPDATE