Rabu, 14 Januari 2026

Siswa Madrasah Negeri di Bengkong Diduga Dianiaya Senior, Kasat Reskrim: Bukan Pengeroyokan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Korban penganiayaan yang diduga dilakukan kakak kelasnya.

batampos – Siswa salah satu sekolah madrasah negeri di kawasan Bengkong, Batam, Vanza Prayoga Alfaros dilaporkan diduga menjadi korban penganiayaan oleh senior sekolahnya. Bahkan, remaja 12 tahun ini mengaku dikeroyok hingga mengalami patah tulang di bagian bahu.

Informasi yang didapatkan, penganiayaan tersebut terjadi saat Vanza menempati asrama sekolah. Pengeroyokan disebut terjadi pada akhir April lalu.

“Saya mendapat laporan memang ada kejadian (penganiayaan) sesama anak,” ujar Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Batam, Erry Syahrial, Senin (26/5).

Erry menjelaskan penganiayaan itu berawal dari aksi bullying. Vanza disebut kerap membulying pelaku, hingga pelaku nekat menganiayanya.

“Dari bullying itu, pelaku tidak terima. Sehingga terjadi penganiayaan, dan disebut pengeroyokan,” katanya.

Erry menambahkan usai penganiayaan itu terjadi, pihak keluarga korban dan pelaku sepakat bertemu dan menjalani mediasi. Mediasi ini turut dihadiri pihak sekolah.

“Sudah ada mediasi. Karena pelaku dan korban juga tinggal sekomplek, di Batuaji,” katanya.

Erry berharap kasus ini bisa segera diselesaikan secara kekeluargaan. Ia juga meminta pihak sekolah untuk lebih ketat mengawasi anak-anak didiknya.

“Maksimalkan mediasi di sekolah maupun di kepolisian. Saya selaku mediator juga bersedia memediasinya,” ungkapnya.

Menurut Erry, sekolah berbasis asrama memang rentan terjadi bullying dan penganiayaan.

“Guru-guru itu harus dibekali, sehingga anak-anak ini tetap diawasi. Karena diasrama itu, anak-anak bakal sering bertemu dalam aktivitasnya,” katanya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Debby Tri Andrestian mengatakan pihaknya sudah menerima laporan kasus ini.

“Sampai dengan saat ini, hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi belum menunjukkan korban dikeroyok,” tutupnya.

Update