Selasa, 20 Januari 2026

Siswa Terdampak Relokasi Pilih Sekolah Swasta, Disdik Batam Upayakan Subsidi Keringanan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto. Foto Yulitavi/Batam Pos

batampos – Proses relokasi siswa yang berada di Rempang sudah mulai berjalan. Meskipun jumlahnya masih sedikit, beberapa siswa sudah memulai pembelajaran di sekolah baru.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto mengatakan dari total hampir dua ribu orang siswa, jumlah yang sudah pindah dan menentukan belum terlalu banyak.

“Anak-anak yang pindah sudah masuk sekolah. Kami memastikan anak-anak ini bisa belajar dengan baik, dan sekolahnya berlanjut. Jangan sampai mereka terputus sekolahnya,” kata Tri saat dijumpai di lobi Kantor Wali Kota Batam, Kamis (5/10).

Baca Juga: BP Batam Pegang HPL Rempang dan Galang

Proses perpindahan siswa ini berlangsung lancar. Kepindahan siswa baru bisa diproses, usai orangtua memutuskan pindah dari Rempang.

Perpindahan anak tidak saja di wilayah perkotaan, namun juga ada yang memilih pindah ke wilayah pesisir seperti Belakangpadang.

“Mereka pindah ke sekolah negeri, ada juga yang ke sekolah swasta. Untuk negeri mereka hanya tinggal menyesuaikan saja. Khusus untuk swasta, kami memfasilitasi agar anak-anak ini mendapatkan keringanan,” bebernya.

Bentuk keringanan ini masih dibahas bersama dengan sekolah swasta, yang menjadi tujuan dari siswa terdampak relokasi.

Baca Juga: Tim Advokasi Tunggu Jawaban Kapolres Untuk Penangguhan Tersangka Aksi Bela Rempang

Tri mengungkapkan jadwal relokasi mengikuti tim terpadu. Disdik tidak memiliki batas waktu khusus untuk merelokasi seluruh siswa. Sampai saat ini siswa di Rempang masih belajar seperti biasa, aktivitas berjalan tanpa kendala.

“Hanya mereka yang sudah putuskan pindah, kami pastikan sekolahnya ada,” imbuhnya.

Untuk tenaga guru yang masih bertugas di sekolah lama. Relokasi guru ini akan dilakukan usai seluruh siswa berhasil direlokasi ke tempat baru.

“Kalau siswa sudah selesai semua, baru tenaga guru yang dipindahkan. Kami memastikan sertifikasi dan jadwal mengajar guru tidak terganggu. Kami lagi susun juknisnya. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” terang Tri. (*)

 

 

Reporter: YULITAVIA

Update