
batampos – Polsek Sekupang bersama SMK Negeri 4 Batam menggelar sosialisasi dengan para orang tua siswa yang terlibat dalam aksi tawuran antar pelajar. Pertemuan berlangsung di aula sekolah pada Selasa (12/8), membahas pencegahan, pengawasan, hingga penyelesaian kasus secara kekeluargaan.
Wakil Kepala Kesiswaan SMKN 4 Batam, Reni Trisusanti, mengimbau orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak, terutama saat malam hari. “Anak jangan dibiarkan keluar rumah, apalagi lewat jam 10 malam. Tugas mendidik anak adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sekolah tidak tinggal diam. Sanksi akan dijatuhkan kepada siswa yang terbukti terlibat, meski penyelesaian kasus tetap diharapkan bisa dilakukan secara kekeluargaan bersama pihak kepolisian.
Baca Juga: Cegah Tawuran, Polresta Barelang Kunjungi SMK 4 Batam
Waka Humas SMKN 4, Rismawati Sitohang, menyebut pihak sekolah awalnya tidak menerima pengakuan dari siswa mana pun. Namun, hasil penyelidikan polisi menunjukkan ada keterlibatan siswa SMKN 4 dalam tawuran yang terjadi pada 9 Agustus 2025 di kawasan Simpang Tobing, Batuaji.
“Orang tua harus bersikap tegas. Jangan justru membenarkan kekerasan dengan dalih membela sekolah,” tegas Rismawati.
Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait menambahkan, pihaknya bersama Polsek Batuaji langsung turun ke lokasi saat menerima laporan kejadian. “Kami rutin patroli malam, tapi tidak bisa menggantikan peran orang tua dalam mengawasi anak di rumah,” katanya.
Dalam forum tersebut, beberapa orang tua juga menyampaikan aspirasi terkait pembiayaan pengobatan korban dan menegaskan bahwa anak mereka tidak memiliki aktivitas sekolah di malam hari.
Kepala SMKN 4 Batam, Ahmad Tahir, menyatakan akan membentuk akta komitmen antara sekolah dan orang tua, yang berisi larangan keterlibatan siswa dalam kegiatan di luar jam sekolah. “Jika dilanggar, kami serahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian,” tegasnya.
Pertemuan itu menyepakati dua poin utama: pembentukan akta komitmen pengawasan siswa, dan penyelesaian kasus tawuran Simpang Tobing secara kekeluargaan yang difasilitasi Polsek Batuaji.
Kapolsek menutup pertemuan dengan menegaskan pentingnya sinergi semua pihak. “Sekolah, orang tua, dan polisi harus satu suara. Kita jaga sama-sama masa depan anak-anak ini,” tutupnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



