Senin, 2 Februari 2026

Snow City Singapura Kini Punya Glacier Luge: Sensasi Seluncur Es 120 Meter

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pengunjung menjajal pengalaman VR untuk merasakan sensasi perjalanan luar angkasa di wahana Space Explorers: THE INFINITE di Science Centre Singapura. F. Ratna Irtatik/Batam Pos

Wahana hiburan salju terkemuka di Singapura, Snow City, punya atraksi baru yang bakal memacu degup jantung pengunjungnya. Arena seluncur es sepanjang 120 meter yang panjang dan berkelok-kelok, menantang untuk ditaklukkan.

Reporter : RATNA IRTATIK

Di tengah terik matahari Singapura, Sarah, seorang pengunjung wahana wisata, Snow City, menemukan dirinya di dunia yang sangat-sangat berbeda. Ia masuk ke sebuah tempat dengan udara dingin menusuk bersuhu hingga mencapai -12 derajat celsius.

“Rasanya seperti berada di negeri salju sungguhan,” ujar Sarah dengan mata berbinar. “Dingin sekali, tapi atraksi baru di sini benar-benar membuat saya takjub.”

Sarah, pengunjung asal Kota Batam yang datang bersama sejumlah rekannya, tidak menyangka bahwa pusat salju indoor yang sudah beberapa kali ia kunjungi tersebut, kini menawarkan pengalaman yang lebih berkesan. Dengan empat zona petualangan baru, ia menghabiskan waktu bermain di salju asli, menjelajahi galeri es interaktif, dan mencoba Glacier Luge, wahana perosotan es terpanjang yang kini menjadi kebanggaan tempat ini.

Salah satu atraksi yang membuatnya takjub memang Glacier Luge, seluncuran es tiga lantai sepanjang 120 meter yang baru saja mendapat penghargaan dari Singapore Book of Records.

“Kawan saya, Rio, sampai berkali-kali meluncur, tikungan dan belokan esnya benar-benar seru,” ceritanya.

Benar saja, Rio yang baru mencoba berseluncur di Glacier Luge, menyebut petualangannya itu cukup mendebarkan.

“Kalau dulu perosotan esnya hanya sepanjang 60 meter dan lurus, yang sekarang dua kali lipatnya, 120 meter dan berkelok-kelok,” katanya antusias.

Wahana ini memang dirancang untuk memberikan sensasi yang memacu adrenalin bagi pengunjung berusia tujuh tahun ke atas.

Untuk diketahui, Snow City baru saja menyelesaikan renovasi besar-besaran senilai 1,2 juta dolar Singapura (sekitar Rp14 miliar dengan kurs 1 dolar Singapura = Rp11.800) dalam waktu 2,5 bulan. Menggunakan 1.300 blok es yang digunakan, tempat ini menawarkan daya tarik yang belum pernah ada sebelumnya. Snow City juga menggandeng seniman ahli dari China yang merancang wahana baru tersebut.

General Manager Snow City Singapura, Norazani Shaiddin, mengungkapkan, ada empat zona petualangan baru yang memesona di kawasan wisata ini.

“Kami terus berinovasi untuk menghadirkan pengalaman musim dingin yang autentik dan tak terlupakan, meski berada di iklim tropis,” terangnya.

Adapun, empat zona petualangan yang dihadirkan tersebut adalah Rainbow Frosty Playground, sebuah galeri sepanjang 30 meter dengan patung es berwarna seperti kereta, perosotan, dan golf mini.

Kemudian, Snow Village, suatu zona yang menawarkan salju lembut yang nyata, memungkinkan anak-anak untuk bermain, membangun manusia salju, dan menjelajahi labirin es mini.

Zona berikutnya adalah Glacier Rush, di mana selain menyajikan seluncuran Glacier Luge yang memberikan sensasi meluncur di atas es dengan tikungan yang mendebarkan, juga sejumlah hiasan dengan es berkilau, sehingga menjadi satu spot yang tak boleh dilewatkan.

Salah satu pengunjung, Sarah, berfoto di depan patung es di zona Rainbow Frosty Playground di Snow City Singapura, Senin (25/11). F. Ratna Irtatik/Batam Pos

Yang tak boleh dilewatkan adalah Drift on Ice Arena, yang menjadi satu-satunya arena bumper car di atas es di Singapura, tempat ini tetap menjadi favorit pengunjung dari segala usia.

“Dengan alat baru yang kami miliki, sekarang salju yang dihasilkan benar-benar mirip salju, bukan seperti foam (busa),” katanya.

Untuk diketahui, dalam 24 tahun keberadaannya, Snow City telah menjadi tempat favorit bagi keluarga untuk merasakan musim dingin tanpa perlu meninggalkan Singapura.

Menurut Norazani Shaiddin, Snow City bukan hanya tempat bersenang-senang, tapi juga memberikan pengalaman edukasi. Anak-anak diajak untuk belajar tentang es dan salju, serta bagaimana patung-patung es dibuat. Dengan kolaborasi bersama Shenhu Ice Singapore Pte. Ltd, pengalaman ini menjadi lebih kaya dan interaktif.

Dengan atraksi barunya, Snow City kini menjadi destinasi yang wajib dikunjungi oleh penduduk lokal maupun wisatawan. Tiket untuk menikmati keajaiban musim dingin ini dapat dibeli melalui situs resminya.

Adapun, tiket yang ditawarkan yakni 27 dolar Singapura untuk dewasa dan 25 dolar Singapura untuk anak-anak. Bagi warga Batam yang ingin berkunjung ke Snow City selama bulan Desember, bakal diberikan potongan diskon spesial.

“Saya bisa kasih 15 persen untuk pembelian tiket on the spot di Snow City,” sebut Norazani Shaiddin.

Pengunjung lainnya, Moza, menyebut bahwa Snow City terus menghadirkan pengalaman yang lebih baik. “Dulu rasanya saljunya agak beda ya dengan salju asli yang biasa ada di negara empat musim, tapi salju yang sekarang terasa nyata dengan teknologi yang mereka gunakan,” ujarnya.

Menjajal Pengalaman Imersif Menjadi Astronot

Bayangkan menyaksikan enam belas kali matahari terbit dan terbenam setiap hari, merasakan gravitasi mikro, atau berjalan di lorong-lorong Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Semua itu kini dapat dirasakan pengunjung saat menghadiri pameran Space Explorers: THE INFINITE, yang untuk pertama kalinya hadir di Asia Tenggara di Science Centre Singapore (SCS), area wisata yang berada satu kawasan dengan Snow City Singapura.

Dibuka pada 12 Oktober 2024 hingga 23 Maret 2025, THE INFINITE mengundang pengunjung untuk menjadi “astronot kehormatan” melalui eksplorasi virtual ISS, pemandangan luar angkasa yang menakjubkan, dan perjalanan sinematik ke luar angkasa yang belum pernah ada sebelumnya.

Dikembangkan oleh Infinity Experiences, pameran ini menggabungkan teknologi VR 3D-360° dengan wawancara eksklusif astronot. Setiap sudut ISS direplika secara detail, memberi tamu kesempatan untuk menjelajahi stasiun tersebut dalam skala penuh dan merasakan rutinitas sehari-hari para astronot.

“Kami menciptakan pengalaman yang membuat pengunjung benar-benar merasa menjadi bagian dari perjalanan luar angkasa,” kata Felix Lajeunesse, Direktur Kreatif Space Explorers: THE INFINITE.

Sementara itu, Associate Professor Lim Tit Meng, CEO Science Centre Singapore, mengungkapkan antusiasmenya untuk memicu rasa ingin tahu dan gairah terhadap sains dan teknologi.

“Pameran ini membawa pengunjung lebih dekat dengan kehidupan di luar angkasa dan memberikan pengalaman tak terlupakan yang selaras dengan misi kami mempromosikan STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics),” katanya.

Pengalaman ini memuncak dengan simulasi peluncuran roket Artemis, langkah besar NASA berikutnya menuju bulan, yang menggugah semangat untuk menjelajahi luasnya kosmos.

Melalui pengalaman VR yang bisa menjelajah bebas, pengunjung dapat merasakan sensasi melihat bumi dari kosmos, menyaksikan planet kita dari sudut pandang unik para astronot.

Kemudian, menjelajahi ISS secara virtual, serasa berjalan di dalam stasiun luar angkasa dengan visual detail yang luar biasa. Terakhir, berinteraksi dengan astronot dengan mendengar langsung kisah mereka tentang tantangan hidup di luar angkasa.

“Juga melakukan perjalanan sinematik ke luar angkasa dan rasakan sensasi peluncuran roket dan kehampaan kosmos,” katanya.

Pameran ini tersedia hanya hingga Maret 2025 di The Annexe, Science Centre Singapore. Tiket mulai dari 33 dolar Singapura untuk dewasa dan 28 dolar Singapura untuk anak-anak warga lokal.

Anthony Chong, Managing Director Kingsmen Exhibits, menambahkan, “Pameran ini tidak hanya tentang ruang angkasa, tetapi juga tentang memantik rasa ingin tahu yang dapat menginspirasi generasi penjelajah berikutnya,” tutupnya. (*)

Update