
batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, secara resmi membuka pendaftaran peserta didik tingkat SMA, SMK, dan SLB mulai 11 Juni. Pembukaan pendaftaran ini dilakukan serentak di seluruh kabupaten dan kota di wilayah Kepri.
Pelaksanaan pendaftaran disesuaikan dengan kondisi geografis dan infrastruktur di masing-masing daerah. Sebagian daerah melaksanakan proses secara daring penuh, sementara lainnya menggunakan sistem kombinasi daring dan luring.
“Iya, hari ini (kemarin, red) kita buka semua serentak SMA dan SMK. Ada yang online dan ada yang offline,” kata Kepala Disdik Kepri, Andi Agung, Selasa (11/6).
Baca Juga: Baru 30 Persen Wajib Pajak yang Bayar, Bapenda Batam Perpanjang Batas Waktu Pembayaran PBJT
Ia menjelaskan, pelaksanaan pendaftaran dilakukan secara fleksibel, mempertimbangkan aksesibilitas teknologi dan letak geografis yang tersebar di wilayah kepulauan. Di Kota Tanjungpinang, seluruh prosesnya berlangsung secara daring.
Sementara di Kota Batam, sistem yang diterapkan merupakan kombinasi antara pendaftaran daring dan luring. Skema serupa juga diterapkan di kabupaten lain, seperti Natuna, Anambas, dan Lingga, yang memiliki keterbatasan koneksi internet di sejumlah wilayahnya.
“Alhamdulillah sejauh ini tidak ada masalah,” kata dia.
Dia mengaku terus memantau proses pelaksanaan hari pertama dari semua satuan pendidikan di provinsi. Ia berharap, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini berjalan lancar dan mampu memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh calon peserta didik di Kepri, tanpa terkendala teknis maupun geografis.
Untuk jenjang SMA, Disdik Kepri menetapkan empat jalur penerimaan, yakni jalur Domisili sebesar 35 persen, Afirmasi 30 persen, Prestasi 35 persen, dan Mutasi sebesar 5 persen. Jalur-jalur ini disusun agar dapat mengakomodasi berbagai latar belakang siswa.
Baca Juga: Pasutri di Batam Gabung Komplotan Perampok, Mengaku Anggota Polisi saat Beraksi
Sementara itu, untuk jenjang SMK, tersedia tiga jalur penerimaan, yaitu jalur Prestasi sebesar 75 persen, Afirmasi 15 persen, dan Domisili 10 persen. Berbeda dari SMA dan SMK, penerimaan siswa baru untuk SLB tidak menggunakan sistem jalur.
Proses pendaftaran untuk SMA, SMK, dan SLB berlangsung mulai 11-14 Juni. Tahapan selanjutnya adalah verifikasi dan validasi dokumen yang akan dilakukan pada 16-25 Juni.
Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 28 Juni, disusul proses daftar ulang bagi calon siswa yang diterima pada 30 Juni hingga 2 Juli. Setelah itu, seluruh siswa baru akan mengikuti kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) pada 21 hingga 25 Juli. (*)
Reporter: Arjuna



