Minggu, 1 Februari 2026

Stok Beras Bulog Batam Hanya Bertahan Hingga 3-4 Bulan, Penyaluran Bantuan Ditunda

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Dua pekerja menyusun beras di gudang Bulog Batam di Batumerah, Batuampar. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Perum Bulog Batam mengungkapkan stok beras yang tersedia saat ini sebanyak 2.190 ton. Pendistribusian dilakukan melalui beberapa jalur, yaitu bantuan pangan bekerja sama dengan Pos Indonesia, serta operasi pasar yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Asisten Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog, Adi Shatria, menjelaskan pihaknya melibatkan instansi pemerintah dan para pedagang yang telah terdaftar sebagai mitra untuk menyalurkan beras ke masyarakat dengan harga yang telah ditetapkan.

“Kami melibatkan instansi pemerintah dalam pendistribusian, lalu juga melalui para pedagang yang menjadi mitra Bulog. Mereka nantinya akan menyalurkan beras sesuai dengan harga yang telah kami tetapkan,” ujar Adi Shatria, Kamis (20/2).

Namun, stok beras yang ada di Bulog Batam diperkirakan tidak akan mencukupi hingga akhir tahun. Ketersediaan beras saat ini hanya mampu bertahan sekitar 3 hingga 4 bulan.

“Kami melakukan pemetaan wilayah untuk menentukan daerah yang termasuk dalam penyerapan beras dan yang tidak. Seperti Batam, Tanjungpinang, dan Karimun bukanlah daerah penghasil beras. Oleh karena itu, kami biasanya meminta pasokan dari daerah penyerapan seperti Jawa, Lampung, dan Sumatera Selatan,” jelasnya.

Jika stok beras di Batam diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar satu setengah bulan, Bulog akan segera mengajukan permintaan tambahan dari daerah penyerapan.

“Proses pengiriman diperkirakan memakan waktu satu hingga dua minggu,” kata dia.

Sementara itu, penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat yang seharusnya dilakukan pada Januari lalu terpaksa ditunda berdasarkan instruksi dari Presiden RI melalui surat dari Bappenas.

“Dari sisi program, tidak ada dampak signifikan. Namun, masyarakat yang menunggu bantuan tentu harus bersabar. Berdasarkan survei kami di lapangan, mereka masih sangat mengharapkan bantuan pangan ini dan terus menanyakan kapan program akan kembali dijalankan. Saat ini, kami hanya bisa menunggu arahan lebih lanjut,” ujarnya (*).

Reporter: Aziz Maulana

Update