Rabu, 4 Februari 2026

Strategi BKKBN Kepri Cegah Stunting, Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meluncurkan tiga program inovatif untuk mendukung upaya intervensi stunting di wilayah Kepri. F. Azis Maulana

batampos – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meluncurkan tiga program inovatif untuk mendukung upaya intervensi stunting di wilayah setempat. Program tersebut adalah *Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), dan Gerakan Ayah Teladan (Gate).

Kepala BKKBN Kepri, Rohina, menjelaskan bahwa ketiga program ini merupakan bagian dari strategi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN.

Program ini bertujuan melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk dengan fokus utama mendukung anak-anak berisiko stunting, khususnya bayi di bawah usia dua tahun (baduta) dalam 1.000 hari pertama kehidupan.

“Program ini bertujuan menggalang peran aktif berbagai pihak untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang berisiko stunting. Dengan dukungan bersama, kami optimistis bisa membantu pencapaian target nasional menurunkan angka stunting hingga 14 persen pada 2024,” ujar Rohina, Jumat (20/12).

Baca Juga: Polda Kepri Bagikan Makanan Bergizi Gratis Selama 3 Bulan di Batam

Rohina menambahkan, upaya intervensi stunting di Kepri telah melibatkan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah daerah, kementerian vertikal, hingga sektor swasta dan masyarakat perorangan.

Beberapa institusi, seperti Kementerian Hukum dan HAM, Kepolisian Daerah (Polda), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), telah berpartisipasi aktif sebagai orang tua asuh anak-anak stunting.

“Peran serta semua elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, sangat penting. Ini termasuk kontribusi perorangan dari berbagai instansi yang turut mendukung program ini,” tambahnya.

Di sisi lain, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri juga menunjukkan komitmen mendukung percepatan penurunan stunting. Bendahara Apindo Kepri, Santi Yopie, menyatakan bahwa pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Indonesia.

“Stunting bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas generasi masa depan, termasuk calon pengusaha yang akan membangun bangsa. Kami di Apindo berkomitmen mendukung program BKKBN karena generasi sehat adalah kunci menciptakan calon pengusaha yang kompeten,” ujar Santi.

Baca Juga: Penyaluran Dana Bergulir di Batam Capai Rp 5,17 Miliar, Pemko Dorong UMKM untuk Manfaatkan Program

Sebagai bentuk kontribusi nyata, Apindo Kepri telah memberikan bantuan berupa abon sapi kepada 100 anak berisiko stunting serta melakukan perbaikan instalasi peralatan rumah tangga untuk mendukung lingkungan yang sehat bagi anak-anak tersebut.

“Kami juga telah merencanakan program lanjutan untuk 2025. Dalam rapat internal, kami akan membahas langkah strategis agar kontribusi ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujarnya. (*)

 

 

Reporter: Azis Maulana

Update