Minggu, 8 Februari 2026

Suara Netizen +62 Community Gelar FGD Bahas Mitigasi Pertambangan untuk Kesejahteraan Rakyat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
narasumber di FGD Suara Netizen +62 Community di Harmoni One Batam, Jumat (12/7)

batampos- Komunitas Suara Netizen +62 Community menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Harmoni One Batam hari Jumat (12/7), dengan mengangkat isu penting mengenai mitigasi dalam pengelolaan pertambangan di Indonesia.

Acara yang bertajuk “Mitigasi Pertambangan Dengan Teknik Pelibatan Modal Kerja Potensi Kapital Masyarakat”

ini dihadiri oleh sejumlah tenaga ahli dan pemangku kepentingan yang berkomitmen untuk mencari solusi terbaik dalam mengelola sumber daya alam (SDA) secara berkelanjutan.


Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto, dalam kontribusinya melalui saluran Zoom, menegaskan pentingnya pengelolaan SDA yang adil dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

BACA JUGA: BP Batam Gelar FGD Monev Keterbukaan Informasi Publik

“Pemanfaatan bumi, air, dan kekayaan alam harus sejalan dengan kemakmuran rakyat. Ini adalah prinsip utama yang harus dipegang teguh dalam pengaturan pertambangan di negara kita,” katanya.

Diskusi juga menyoroti kondisi pengelolaan SDA saat ini yang dinilai mengkhawatirkan oleh Ahmad Redi, seorang Ahli Hukum Pertambangan.

“Kita perlu memperbaiki sistem pengelolaan pertambangan saat ini untuk mencegah krisis SDA yang mengancam generasi mendatang. Keterlibatan aktif masyarakat dan optimalisasi peran koperasi dalam pengelolaan SDA bisa menjadi solusi,” ungkapnya.

Redi menambahkan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berpotensi besar untuk mengelola SDA tanpa harus mengandalkan investasi asing.

“Peran pemerintah daerah dalam mendukung permodalan serta keterlibatan masyarakat akan sangat krusial dalam menjaga keberlanjutan ekonomi dan lingkungan,” katadia.

Diskusi ini diakhiri dengan harapan bahwa hasil FGD ini dapat memberikan solusi konkret yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia sambil menjaga kelestarian lingkungan.

Dengan demikian, Indonesia dapat mengambil langkah-langkah proaktif dalam mengelola potensi SDA secara berkelanjutan. (*)

Reporter: Azis M

Update