
batampos – Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Batam, BKSDA Riau, Tommy Sinambela, membenarkan adanya laporan masyarakat terkait kawanan monyet di sekitar Komplek Polda Kepri. Menurutnya, keberadaan satwa liar tersebut tidak lepas dari perubahan fungsi lahan di sekitar kawasan hutan.
“Kalau satwa masuk ke perumahan, itu karena habitatnya terganggu. Bisa saja ada aktivitas alat berat atau pembukaan lahan. Secara alami, monyet mencari sumber makanan baru,” jelas Tommy.
Ia mengatakan, BKSDA beberapa kali menurunkan tim untuk menangani konflik satwa liar di Batam. Sepanjang 2025, tercatat sudah dua kali tim diturunkan ke wilayah Mapolda. Penanganan dilakukan dengan pemasangan perangkap untuk kemudian melepasliarkan satwa ke kawasan konservasi di Muka Kuning.
Baca Juga: Gerombolan Monyet Serbu Komplek Rumah Dinas Polda Kepri
“Kami pernah mengevakuasi empat ekor dari Mapolda Kepri, karena ada laporan,” tegasnya.
Namun, kata Tommy, tidak semua monyet yang terlihat akan dievakuasi. Selama masih ada hutan di sekitar komplek, BKSDA memilih melakukan edukasi kepada masyarakat.
“Kalau habitatnya masih ada, kita tidak bisa langsung evakuasi. Prinsipnya hidup berdampingan. Yang penting jangan diberi makan dan sampah di sekitar rumah jangan dibiarkan terbuka,” terangnya.
Ia menambahkan, laporan serangan monyet kepada warga di Batam sepanjang 2025 belum ada. Satwa itu hanya masuk ke pemukiman untuk mencari makanan. Beberapa titik yang rawan konflik dengan monyet berada di Batam Center, Batuaji, dan Nongsa.
Baca Juga: Dua Titik Longsor di Batuaji Mengkhawatirkan, Warga Resah Belum Ada Penanganan
“Kami mengimbau masyarakat tidak memberi makan monyet. Kalau ada buah di pekarangan bisa jadi incaran. Sampah pun harus segera dibuang agar tidak memancing mereka,” kata Tommy.
BKSDA menekankan, konflik manusia dan satwa akan terus meningkat jika perubahan fungsi lahan terus terjadi.
“Kalau hutan di sekitar bandara atau komplek habis dibuka, ya kita angkat tangan. Habitat mereka hilang, otomatis satwa mencari ruang hidup baru ke permukiman,” tegasnya. (*)
Reporter: Yashinta



