Jumat, 16 Januari 2026

Sudah 4.113 Pelajar di Batam Jalani Cek Kesehatan Gratis

Program CKG Sasar Lebih dari 200 Ribu Siswa di Semua Jenjang Pendidikan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Siswa menjalani pemeriksaan kesehatan gratis pada Kamis (24/7). F.Istimewa

batampos – Pemeriksaan kesehatan gratis bagi pelajar di Kota Batam terus berjalan. Hingga akhir Juli 2025, tercatat sebanyak 4.113 anak usia sekolah telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam.

Program ini menyasar seluruh siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK. Berdasarkan data yang dirilis Dinkes Batam, dari total 4.113 pelajar yang telah diperiksa, sebanyak 1.292 anak berusia 7–12 tahun, 2.333 anak berusia 13–15 tahun, dan 488 anak berusia 16–17 tahun.

“Program ini sudah mulai berjalan dan kami terus memperluas pelaksanaannya ke sekolah-sekolah lain. Saat ini, sudah lebih dari empat ribu pelajar yang telah menjalani pemeriksaan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi, Jumat (1/8).

Ia menjelaskan bahwa CKG merupakan langkah preventif dan promotif pemerintah daerah dalam memastikan kesehatan dasar peserta didik sejak dini. Program ini digelar secara bertahap dengan melibatkan seluruh Puskesmas yang ada di tiap kecamatan serta bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam.

“Anak-anak baru masuk sekolah hari ini, jadi kemungkinan mulai minggu ini atau minggu depan sudah berjalan di lebih banyak sekolah. Disdik sudah kami informasikan, tinggal pelaksanaannya disesuaikan dengan kesiapan sekolah dan puskesmas,” ujarnya.

Didi menegaskan bahwa sasaran program bukan hanya murid baru, tetapi semua siswa aktif yang terdaftar di sekolah-sekolah di Batam. Pemeriksaan meliputi berbagai aspek kesehatan, mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan, pengecekan mata dan telinga, pemeriksaan gigi dan mulut, hingga tes hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi anemia. Evaluasi kebersihan diri seperti kondisi kulit, rambut, dan kuku juga menjadi bagian dari pemeriksaan.

Sementara itu, untuk siswa PAUD dan kelas rendah SD, turut dilakukan skrining tumbuh kembang guna mendeteksi keterlambatan atau gangguan perkembangan sejak dini.

“Fokus kita ada pada status gizi, kebersihan pribadi, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) anak-anak. Pemeriksaan ini bukan hanya mencari penyakit, tapi lebih kepada skrining awal terhadap kemungkinan masalah kesehatan yang dapat mengganggu proses belajar mereka,” kata Didi.

Dengan estimasi jumlah pelajar di Batam mencapai lebih dari 200 ribu anak, Didi mengatakan pihaknya berkomitmen menjangkau seluruh siswa melalui sinergi lintas sektor dan optimalisasi peran tenaga kesehatan di setiap wilayah.

“Target kita semua pelajar bisa terlayani, karena ini penting untuk menjamin anak-anak tumbuh sehat dan siap belajar,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap program ini dapat menjadi titik awal membangun kesadaran kolektif, baik dari pihak sekolah, orang tua, maupun siswa itu sendiri, tentang pentingnya memantau kondisi kesehatan secara berkala.

“Sekolah adalah tempat yang padat interaksi dan bisa menjadi titik penyebaran penyakit jika tidak dikendalikan. Karena itu, pemeriksaan seperti ini harus rutin dilakukan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update